RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Telkom Siapkan Rp4 Triliun untuk Buyback, Saham TL...

Finansial

Telkom Siapkan Rp4 Triliun untuk Buyback, Saham TLKM Langsung Menguat

PT Telkom Indonesia Tbk mengalokasikan dana hingga Rp4 triliun untuk pembelian kembali saham selama satu tahun penuh, setelah mendapat restu pemegang saham dalam RUPS 8 Juni 2026.

Telkom Plans Rp 4 Trillion Share Buyback

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membuka program buyback dengan dana maksimal Rp4 triliun, seluruhnya bersumber dari kas internal. Lampu hijau dari pemegang saham turun lewat Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar 8 Juni 2026, dan pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung hingga 8 Juni 2027.

Jumlah saham yang boleh dibeli kembali dibatasi maksimal 15% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, tunggu, bukan 10%. Sesuai POJK 29/2023 juncto UU Perseroan Terbatas, batas hukumnya memang 10%, tapi sumber keterbukaan informasi Telkom menyebut buyback kali ini bisa mencapai 15% dari total saham yang ditempatkan dan disetor. Dengan saham beredar tercatat 99,06 miliar lembar per April 2026, angkanya tidak kecil.

Soal free float, manajemen memberi jaminan porsi saham beredar bebas tidak akan jatuh di bawah 15% dari total saham tercatat, sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia. Pemerintah Indonesia lewat Danantara sudah menggenggam 51,57% saham TLKM, sehingga ruang gerak free float memang perlu dijaga ketat agar likuiditas di pasar sekunder tidak tergerus.

Corporate Secretary Telkom Jati Widagdo menyampaikan kepada OJK bahwa buyback ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kelangsungan operasional maupun kondisi keuangan perseroan. "Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Jati dalam keterbukaan informasi.

Rp4 triliun itu, kata Jati, sudah mencakup komisi pedagang perantara dan segala biaya transaksi lainnya. Satu klausul penting: bila buyback dilakukan melalui bursa, harga pembelian tidak boleh melampaui harga transaksi sebelumnya. Telkom tidak bisa agresif memburu sahamnya sendiri di atas harga pasar. Titik.

Pasar agaknya menyambut pengumuman ini dengan antusias. Kamis (4/6/2026), TLKM ditutup menguat Rp50 atau 1,75% ke level Rp2.900. Saham sempat menyentuh intraday high Rp2.950, meski di sesi lain tertekan hingga Rp2.680. Volatilitas yang cukup lebar untuk ukuran saham blue chip.

Program buyback lazim dibaca pasar sebagai sinyal bahwa manajemen menilai sahamnya undervalued. Sepanjang 2025 TLKM tergerus cukup dalam, dihajar tekanan persaingan di segmen seluler sekaligus perlambatan pertumbuhan pendapatan. Bisa jadi manajemen kini mulai percaya diri valuasinya sudah menarik. Apakah keyakinan itu akan terbukti dalam setahun ke depan? Itu cerita lain.