MINGGU, 18 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Strategy Jual Bitcoin, Harga BTC Ambles ke Level T...

Finansial

Strategy Jual Bitcoin, Harga BTC Ambles ke Level Terendah Dua Bulan

Penjualan 32 BTC oleh Strategy dan transfer ratusan koin ke Coinbase Prime memicu kepanikan pasar. Bitcoin sempat menyentuh US$71.479, terlemah sejak awal April.

Aksi jual Strategy picu harga bitcoin sentuh level terendah 2 bulan

Pasar kripto dapat hadiah pahit di awal Juni. Bitcoin ambles ke level terendah dalam hampir dua bulan, sempat menyentuh US$71.479 pada perdagangan Senin (1/6), setelah Strategy Inc. (NASDAQ: MSTR) terkonfirmasi menjual sebagian cadangan Bitcoin-nya untuk pertama kali sejak 2022.

Dalam dokumen resmi yang disampaikan ke SEC, Strategy mengungkap telah menjual 32 BTC senilai sekitar US$2,5 juta, harga rata-rata US$77.135 per koin. Bukan angka yang besar buat perusahaan yang menguasai lebih dari US$60 miliar bitcoin. Tapi sinyal di baliknya yang bikin pasar gelisah.

Kurang dari sebulan sebelumnya, pendiri sekaligus Chairman Strategy Michael Saylor sudah mengisyaratkan kemungkinan menjual sebagian bitcoin untuk mendanai pembayaran dividen saham preferen. Hasil penjualan 32 BTC itu, sesuai filing ke SEC, memang diarahkan untuk kebutuhan tersebut. Bukan anomali, eh, bukan sekadar insiden terisolasi, melainkan bagian dari strategi pendanaan yang sudah diisyaratkan sejak awal.

Yang memperkeruh situasi: data Arkham Intelligence mendeteksi dua transaksi terpisah dari dompet yang dikaitkan dengan Strategy ke Coinbase Prime, masing-masing sekitar 205,3 BTC dan 206,2 BTC. Total lebih dari 411 BTC berpindah. Transfer itu belum dikonfirmasi sebagai penjualan resmi, bisa jadi sekadar pengelolaan kustodian. Tapi timingnya tepat setelah pembaruan kondisi neraca, cukup untuk membuat banyak pelaku pasar enggan berspekulasi ke arah positif.

Strategy saat ini memiliki 843.738 BTC di neraca. Kewajiban obligasi konversi yang masih beredar tercatat US$6,7 miliar, cadangan kas sekitar US$871 juta per 25 Mei. Perusahaan juga baru menyelesaikan pembelian kembali obligasi senior konversi tanpa bunga jatuh tempo 2029 senilai US$1,5 miliar, dengan pembayaran tunai sekitar US$1,38 miliar. Neraca padat kewajiban, dan kini asetnya mulai bergerak.

Tekanan tidak datang dari satu arah. ETF bitcoin dihajar arus keluar hampir US$3 miliar dalam 10 hari perdagangan berturut-turut, cukup untuk membalik kinerja tahunan ETF bitcoin ke zona merah. Sepanjang 2026, total aset kelolaan menyusut seiring investor yang memilih hengkang atau beralih ke instrumen lain.

Di pasar derivatif, likuidasi posisi bitcoin tembus sekitar US$155 juta dalam 24 jam, menurut data CoinGlass. Yang mencolok: sekitar 94% dari total likuidasi itu berasal dari posisi long. Mayoritas yang kena margin call adalah mereka yang bertaruh harga bakal naik. Optimisme itu mahal harganya pekan ini.

Angka-angkanya berbicara sendiri. Bitcoin tergerus 2,8% dalam 24 jam, amblas lebih dari 7% dalam sepekan, dan sudah melorot sekitar 8% sepanjang bulan berjalan. Dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$126.080, jarak yang harus ditempuh masih 43%. Saham MSTR sendiri ikut terseret, melorot lebih dari 6% di sesi yang sama.

Sejumlah analis sebelumnya sudah memperingatkan bahwa penjualan bitcoin oleh Strategy, meski dalam jumlah kecil, berpotensi menggerus keyakinan investor. Senin kemarin, peringatan itu terbukti bukan sekadar retorika.