SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Strategy Inc. Duduk di Atas Unrealized Loss Rp247...

Finansial

Strategy Inc. Duduk di Atas Unrealized Loss Rp247 Triliun Usai Bitcoin Ambles 20%

Penurunan Bitcoin sekitar 20% dalam tiga bulan pertama 2026 membuat Strategy Inc. milik Michael Saylor duduk di atas kerugian belum terealisasi senilai US$14,5 miliar, terdalam sejak 2018.

US$14,5 miliar. Angka itu bukan laba yang luput, melainkan kerugian yang belum direalisasikan Strategy Inc. setelah Bitcoin ambles sekitar 20% sepanjang kuartal pertama 2026, koreksi terdalam yang menghantam aset kripto tersebut sejak 2018.

Dalam hitungan Rupiah, angkanya menyentuh sekitar Rp247 triliun. Bukan kecil, bahkan untuk perusahaan dengan portofolio kripto senilai US$50 miliar.

Yang memperumit situasi ini adalah perubahan standar akuntansi yang mulai diadopsi sejak 2025. Nilai wajar Bitcoin kini wajib diakui langsung dalam laporan laba rugi, tidak lagi "diparkir" di neraca sebagai aset tak berwujud dengan model biaya historis. Setiap kali harga Bitcoin bergejolak, laporan keuangan Strategy ikut terguncang, naik atau turun, secara langsung.

Ibarat pedang bermata dua. Ketika Bitcoin reli, laba bisa meledak di atas kertas. Tapi ketika koreksi datang sekeras ini, kerugiannya pun langsung terpampang di depan investor dan analis, tanpa bisa disembunyikan di balik kolom manapun.

Michael Saylor selama ini dikenal sebagai salah satu bulls Bitcoin paling vokal di kelas korporasi global. Strategy Inc. membangun identitas perusahaannya nyaris sepenuhnya di atas taruhan terhadap aset kripto itu, akumulasi kepemilikan terus bertambah kuartal demi kuartal. Strategi yang terasa visioner saat Bitcoin mencetak all-time high, tapi kini diuji habis ketika siklus berbalik.

Pertanyaannya sederhana: sampai kapan pasar masih bisa memaafkan volatilitas sebesar ini, hanya demi keyakinan bahwa Bitcoin masih akan lebih tinggi di ujung jalan? Agaknya, jawaban itu baru akan jelas ketika tekanan benar-benar memuncak.