Dua emiten energi bersiap mengubah tampilan harga saham mereka di papan perdagangan pekan ini. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mulai diperdagangkan dengan nominal baru pada 16 Juli 2026, disusul PT RMK Energy Tbk (RMKE) sehari kemudian. Keduanya memakai rasio stock split identik: 1:5.
Dari sisi teknis, jumlah saham beredar RAJA melonjak dari 4,23 miliar menjadi 21,14 miliar lembar. RMKE bergerak serupa, dari 4,38 miliar menjadi 21,88 miliar saham. Harga per lembar otomatis terpangkas seperlimanya, meski nilai kapitalisasi pasar tidak bergerak seujung kuku pun.
Sepanjang Juli 2026, RAJA sudah dihajar beli oleh pasar. Naik 15,61% secara month-to-date, saham ini membukukan kenaikan 22,4% dalam sebulan terakhir ke level Rp 4.590 per saham pada 14 Juli. Pasar agaknya sudah menjemput momen ini jauh sebelum tanggal efektif.
Manajemen RAJA membingkai langkah ini sebagai upaya memperluas basis investor ritel, argumentasi klasik yang menyertai hampir setiap aksi stock split. Ada benarnya secara logika: harga yang lebih terjangkau memangkas hambatan psikologis bagi investor kecil yang selama ini memandang saham "mahal" sebagai barang mewah.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai harga yang lebih terjangkau berpotensi membuat saham RAJA dan RMKE lebih menarik bagi investor ritel karena hambatan psikologis untuk masuk menjadi lebih kecil. Tapi ia langsung menambahkan catatan penting: peningkatan likuiditas pascasplit belum tentu bertahan jika tidak dibarengi perbaikan fundamental. "Dampak positif stock split terhadap likuiditas akan lebih berkelanjutan apabila didukung fundamental yang solid, pertumbuhan laba yang konsisten, serta adanya katalis bisnis," kata Nafan.
Ini bukan disclaimer basa-basi. Sejarah di bursa kita cukup panjang soal saham yang melonjak euforia saat split, lalu perlahan kehilangan tenaga ketika sentimen mereda dan angka laporan keuangan tidak berbicara seperti yang diharapkan. "Jika tidak diikuti perbaikan fundamental, efek stock split umumnya hanya bersifat jangka pendek karena lebih didorong oleh sentimen pasar," tegas Nafan.
Pertanyaannya sederhana: seberapa jauh sentimen saat ini ditopang oleh angka nyata?
Soal rekomendasi, Nafan mempertahankan rating add untuk RAJA dengan target harga Rp 5.150 sebelum penyesuaian, atau setara Rp 1.030 pascasplit. Untuk RMKE, ia memasang label speculative buy dengan target Rp 2.680 presplit, ekuivalen Rp 535 setelah rasio baru berlaku. Selisih label antara keduanya, add versus speculative buy, patut dicermati sebagai sinyal perbedaan tingkat keyakinan analis terhadap masing-masing emiten.
Rp 535 versus Rp 1.030. Dua saham satu sektor, dua keyakinan berbeda.
Stock split adalah alat, bukan tujuan. Momentum yang sudah terbangun di RAJA dan RMKE akan diuji bukan oleh jumlah lembar saham yang beredar, melainkan oleh kinerja operasional kuartal-kuartal berikutnya, kalau data itu bisa berbicara.