SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Step X Neo: Ketika StepFun Nekat Membangun Ulang P...

Tekno

Step X Neo: Ketika StepFun Nekat Membangun Ulang Ponsel dari Nol untuk AI Agentic

StepFun resmi memperkenalkan Step X Neo, smartphone berbasis agen AI yang mampu menjalankan tugas multi-langkah secara mandiri menggunakan sistem operasi eksklusif Step AOS, menandai babak baru persaingan AI dari cloud ke genggaman tangan.

Startup StepFun Siapkan Ponsel AI Agentic, Persaingan AI Masuk ke Genggaman

Step X Neo bukan ponsel pintar dengan fitur AI yang ditempel di sana-sini. StepFun, unicorn AI asal Shanghai yang baru berusia dua tahun, memperkenalkan perangkat yang diklaim sebagai smartphone agen AI pertama di dunia, tapi tunggu, em dash itu perlu dibuang. Lebih tepatnya: sebuah perangkat dengan arsitektur yang dibangun ulang dari nol agar agen AI bisa bekerja di tingkat sistem operasi, bukan sekadar berjalan sebagai aplikasi tambahan.

Intinya ada di Step AOS, sistem operasi eksklusif yang dirakit dari komponen Android, Linux, dan RTOS, plus agen bawaan bernama Step Amoo. Amoo dirancang untuk menerima satu perintah bahasa alami dari pengguna, lalu secara mandiri menggabungkan fungsi ponsel lintas empat modul inti: komunikasi, aplikasi, file, dan alat sistem. Semua itu diselesaikan dari awal hingga akhir tanpa pengguna harus berpindah aplikasi. Pesan makanan, beli tiket, isi formulir bea cukai, pantau syarat visa, semuanya dikerjakan Amoo.

Yang memisahkan Amoo dari asisten virtual biasa adalah kemampuan offline-nya. Berfungsi penuh tanpa koneksi internet untuk seluruh tugas inti, sistem ini juga belajar dari kebiasaan pengguna dari waktu ke waktu, lalu secara otomatis memprioritaskan preferensi seperti rute ramah hewan peliharaan atau restoran langganan. Terjemahannya mencakup 32 bahasa termasuk dialek regional, tetap aktif di area tanpa sinyal sekalipun.

Semua ini disokong oleh Step Edge, model dasar yang dibangun khusus agar bisa berjalan dalam batas komputasi ponsel. StepFun mengklaim Step Edge mampu mengungguli model edge sejenis di 29 benchmark. Klaim yang, kalau boleh jujur, masih perlu diadu dengan dunia nyata.

StepFun sendiri bukan pendatang baru tanpa bekal. Didirikan pada 2023 oleh Jiang Daxin, mantan eksekutif Microsoft, perusahaan ini punya rekam jejak yang agresif. Dua tahun lalu mereka jadi perusahaan China pertama yang merilis model bahasa besar dengan satu triliun parameter. Awal 2026, mereka mengantongi investasi dari Huaqin Technology dalam putaran Seri B+. Huaqin adalah salah satu ODM terbesar di dunia, perusahaan yang merancang dan memproduksi perangkat untuk merek lain. Longcheer Technology, OmniVision Integrated Circuits Group, hingga ZTE juga masuk sebagai pendukung dari sisi rantai pasok. Dengan susunan investor itu, StepFun sudah punya jalur ke manufaktur, kamera, dan distribusi konsumen sekaligus. Tidak perlu dari nol.

Mereka tidak sendirian di jalur ini. Nubia, produsen ponsel asal Tiongkok, juga berancang-ancang memperkenalkan smartphone AI Agent di World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai pada 17-20 Juli, dengan klaim serupa sebagai yang pertama di dunia. Perangkat itu disebut penerus nubia M153, yang sebelumnya sudah mengandalkan Doubao AI dari ByteDance dengan prosesor Snapdragon 8 Elite dan RAM 16 GB. ByteDance sendiri, lewat kerja sama dengan ZTE, juga menggarap ponsel agentic berbasis Doubao. Dua klaim "pertama di dunia" dalam satu bulan. Pasar akan memilih mana yang lebih dari sekadar slogan.

Kompetisi ini bukan kebetulan terjadi bersamaan. Para pakar industri sudah lama melihat bahwa pertarungan AI berikutnya tidak akan cukup dimenangkan hanya dengan model besar di cloud. Posisi paling strategis ada di perangkat yang paling dekat dengan rutinitas harian pengguna. Honor sudah mempresentasikan visi Agentic OS-nya. Google menekankan agen AI sebagai bagian inti dari evolusi Android. Kalau AI masuk langsung ke sistem operasi, perusahaan tidak lagi bergantung pada distribusi API atau aplikasi pihak ketiga. Mereka mendapat akses langsung ke data dan kebiasaan pengguna, posisi yang jauh lebih kuat secara bisnis. Ibarat pindah dari berjualan di pasar ke membuka toko di dalam rumah orang.

Sumber di rantai industri ponsel China menyebut hambatan teknisnya kini sudah tidak terlalu besar. "Dari sisi teknis, hanya sedikit kendala besar yang tersisa," ungkap sumber itu kepada Yicai Global. Tantangan sesungguhnya, setidaknya menurut sumber yang sama, ada pada sisi regulasi dan penerimaan pasar.

Harga dan jadwal rilis resmi Step X Neo belum diumumkan. Tapi dengan deretan investor dari rantai pasok yang sudah siap produksi, langkah dari prototipe ke rak toko bisa lebih cepat dari yang kebanyakan orang bayangkan.