SELASA, 20 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  SSD Bekas Rp128 Ribu Disulap Jadi Cartridge Game S...

Tekno

SSD Bekas Rp128 Ribu Disulap Jadi Cartridge Game Steam yang Fungsional

Gamer PC bernama Jibril-sama mengubah SSD SATA 2,5 inci bekas menjadi kartrid game fisik untuk pustaka Steam, lengkap dengan casing cetak 3D dan sistem deteksi otomatis berbasis Linux.

Steam Game Cartridge system

Satu SSD bekas seharga Rp128 ribu. Itu modalnya.

Gamer PC bernama Jibril-sama memposting proyek ini di forum PC Master Race (PCMR) di Reddit, dan komunitas langsung bereaksi. Bukan gimmick estetika semata, ini sistem yang benar-benar jalan, bekerja layaknya konsol retro tapi untuk perpustakaan digital Steam.

Intinya sederhana: SSD SATA 2,5 inci berkapasitas 128 GB diisi game, dibungkus casing cetakan 3D berwarna-warni, ditempel cover art resmi judul yang bersangkutan. Colokkan ke SATA dock yang terhubung ke PC, dan sistem bekerja sendiri. Jibril-sama mendapatkan unit-unit itu seharga sekitar 7 euro per buah, atau kisaran Rp128 ribu.

Kerja keras sesungguhnya ada di lapisan perangkat lunak. Sistem berjalan di Linux dengan tiga lapis otomasi: udev rule mendeteksi ketika SSD dicolokkan, memicu systemd daemon, lalu daemon itu mencari dan mengeksekusi script yang tersimpan di dalam SSD. Script kemudian memanfaatkan Steam URL Protocol milik Valve untuk menavigasi langsung ke halaman game, atau bahkan meluncurkannya seketika.

"Jadi pada dasarnya: Colokkan SSD, udev rule melihat peristiwa, memicu systemd daemon, systemd daemon mencari di SSD dan menemukan script, mengeksekusi script," tulis Jibril-sama dalam postingannya, sebagaimana dikutip Tom's Hardware. Memulai game langsung tanpa mampir ke halaman Steam pun bisa dilakukan.

Ada alasan praktis di balik ini, bukan cuma nostalgia. Perpustakaan digital yang memuat ratusan judul bisa terasa seperti menggulir katalog toko saat kamu hanya ingin main ulang satu game lama. Kartrid fisik memotong hambatan itu. Ambil, colok, main.

Jibril-sama sendiri mengakui sistem ini paling pas untuk game single-player favorit yang sudah lama tidak disentuh. Untuk game live-service yang rutin menerima patch puluhan gigabyte? Agaknya bukan padanannya. Kapasitas 128 GB dan kecepatan tulis drive lama jadi batasannya. Untuk game yang ingin sesekali dimainkan ulang, ia bilang cukup biarkan Steam menangani update seperti biasa.

Komunitas PCMR menyambut dengan antusias. Sejumlah anggota langsung menanyakan kemungkinan perluasan ke perpustakaan GOG, platform yang berfokus pada game klasik. Pertanyaannya, apakah Jibril-sama akan ke sana berikutnya?

Relevan juga waktunya. Tren produsen konsol yang perlahan menghentikan dukungan media fisik sedang jadi perdebatan. Jibril-sama justru membuktikan bahwa sensasi memegang kartrid tidak harus ikut punah bersama disk Blu-ray. Cukup SSD murah, printer 3D, sedikit kemampuan Linux, dan waktu luang.

Rencana selanjutnya, ia akan membagikan panduan lengkap beserta script dan desain casing untuk dicetak sendiri. Proyek DIY yang, kalau komunitas ikut bergerak, bisa jadi sesuatu yang lebih besar dari sekadar postingan Reddit.