SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Spotify Bawa AI Playlist ke Podcast: Ketik Prompt,...

Tekno

Spotify Bawa AI Playlist ke Podcast: Ketik Prompt, Episode Tersusun Otomatis

Spotify memperluas fitur Prompted Playlist berbasis AI ke konten podcast, memungkinkan pengguna Premium menyusun daftar dengar hanya lewat perintah teks singkat.

Fitur yang awalnya cuma menyentuh musik kini merambah ke podcast. Spotify resmi memperluas Prompted Playlist-nya sehingga pengguna bisa meracik daftar dengar podcast secara otomatis, cukup dengan mengetikkan perintah dalam bahasa sehari-hari.

Cara kerjanya lebih dari sekadar mesin pencari topik biasa. Algoritma AI ini membaca tiga variabel sekaligus: deskripsi permintaan pengguna, riwayat mendengarkan, serta tren atau peristiwa yang sedang bergulir di dunia nyata. Hasilnya bukan tumpukan episode berisi kata kunci yang kamu cari, melainkan kurasi yang bersifat kontekstual dan personal.

Bayangkan mengetik "rangkum berita hiburan paling panas tiga hari terakhir" atau "inovasi sains terbaru yang layak didengar sambil lari pagi." AI Spotify langsung memilah episode-episode relevan dari jutaan konten di platformnya. Bukan main.

Bagi kreator, ada implikasi yang tidak bisa diabaikan. Industri podcast selama ini punya satu masalah kronis: episode lama tenggelam di bawah tumpukan konten baru, sulit ditemukan lagi. Dengan mekanisme ini, katalog yang sudah berdebu tapi masih relevan bisa kembali mendapat panggung dan pendengar segar, tanpa kreator harus repot promosi tambahan. Spotify sendiri menyebut fitur ini secara aktif membantu pengguna "menyelami lebih dalam suatu topik atau budaya tertentu."

Pertanyaannya, apakah algoritma ini benar-benar netral? Belum jelas apakah sistem rekomendasi memberi porsi lebih besar kepada konten original Spotify dibanding kreator independen pihak ketiga. Bisa jadi titik perdebatan seiring fitur ini berkembang. Atau, kalau bersikap realistis, bisa jadi juga tidak pernah terjawab secara terbuka oleh perusahaan. Pelan-pelan, tapi pasti, ketidaktransparanan algoritmik sudah jadi isu lama di industri streaming yang jarang benar-benar diselesaikan.

Akses, untuk sekarang, masih terbatas. Masuk versi beta dulu. Fitur ini hanya tersedia bagi pengguna Spotify Premium di enam wilayah: Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Selandia Baru, dan Swedia. Belum ada pengumuman resmi kapan ekspansi ke pasar lain dilakukan, termasuk Indonesia, sementara Spotify masih mengerjakan pemurnian data agar AI-nya mampu memahami nuansa bahasa yang lebih beragam.

Enam negara dulu, sisanya tunggu. Tapi melihat laju ekspansi fitur-fitur AI Spotify dalam dua kuartal terakhir, agaknya penantian itu tidak akan terlalu panjang.