Tinggal 0,45% lagi. S&P 500 hampir menyentuh rekor penutupan tertinggi yang dicatat pada 2 Juni lalu, dan pasar tahu betul apa yang jadi bahan bakarnya: chip, AI, dan sedikit kabar baik dari Timur Tengah.
Jumat (10/7/2026), S&P 500 ditutup menguat 0,42% ke 7.575,39. Dow Jones naik lebih tipis, 0,29% ke 52.637,01. Nasdaq Composite juga menguat 0,29% ke 26.281,61. Untuk sepekan, S&P 500 membukukan kenaikan 1,2% dan Nasdaq 1,7%, meski Dow masih tergerus 0,5%.
Bintang sesi ini jelas SK Hynix. Saham produsen semikonduktor asal Korea Selatan itu melonjak 13% di atas harga penawaran perdananya di US$ 170 saat melantai di bursa AS, setelah sehari sebelumnya mengumpulkan lebih dari US$ 26 miliar lewat penjualan ADR seharga US$ 149 per lembar. Debut yang, jujur saja, melampaui ekspektasi hampir semua orang. Delapan dari 11 sektor S&P 500 kompak menguat, dipimpin teknologi informasi dengan kenaikan 1,65%, disusul sektor consumer discretionary yang naik 1,46%.
AI trade yang sempat loyo beberapa pekan terakhir karena kekhawatiran valuasi kembali menemukan tenaganya. Indeks chip PHLX naik 0,06%, tapi ini hari ketiga berturut-turut indeks itu menguat. Sinyal bahwa aksi jual di sektor ini agaknya sudah menemui batasnya. Produsen chip memang jadi kelompok yang paling diuntungkan dari ekspektasi belanja besar-besaran hyperscaler sepanjang tahun ini, meski guncangan valuasi dan aksi ambil untung belakangan sempat menyuntikkan volatilitas ke sektor ini.
Katalis tambahan datang dari Washington. Trump mengumumkan Iran telah meminta melanjutkan perundingan dan AS menyetujuinya, meski ia menegaskan gencatan senjata Juni sudah "berakhir." Pernyataan itu cukup untuk meredakan sebagian kekhawatiran setelah serangan AS-Iran minggu ini, yang sempat menghidupkan skenario harga energi tinggi dan potensi kenaikan suku bunga lanjutan dari Federal Reserve.
Meta Platforms ikut meramaikan pesta, melesat 6% ke level tertinggi sejak April. Moderna dihajar hampir 11% dalam hari terburuknya dalam lebih dari setahun. Delta Air Lines terkoreksi 1,8% meski memberikan panduan laba kuartal ketiga di atas konsensus.
Perhatian pasar pekan depan bergeser ke musim laporan keuangan. Bank-bank besar AS memulai rilis kuartal kedua, dan analis memperkirakan laba S&P 500 akan melonjak 24% dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan sektor teknologi sebagai motor utama, mengutip data LSEG. Berkat revisi estimasi laba yang terus menanjak, S&P 500 kini diperdagangkan di sekitar 20 kali laba yang diharapkan, turun dari kelipatan 21 pada akhir Mei.
"Ini kuartal dengan ekspektasi tinggi dan margin kesalahan yang sempit," kata Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di U.S. Bank Wealth Management. "Bank-bank akan memberi kita gambaran yang baik tentang kekuatan ekonomi yang mendasarinya dan apa yang dilakukan konsumen dan bisnis."
Dua momen penentu menanti: data inflasi Juni dan kesaksian Ketua Fed Kevin Warsh di hadapan Komite Layanan Keuangan DPR. Kalau data ini bisa dipercaya, amunisi untuk menembus rekor masih ada. Tapi pasar tahu, margin kesalahannya sempit.