SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  S&P 500 Selangkah dari Rekor, AI dan Debut SK Hyni...

Finansial

S&P 500 Selangkah dari Rekor, AI dan Debut SK Hynix Panaskan Wall Street

Reli saham teknologi membawa S&P 500 ke level 7.575 pada Jumat, hanya 0,45 persen dari puncak tertinggi sepanjang masa, sementara debut ADR SK Hynix dan lonjakan Meta 6 persen jadi bahan bakar utama penguatan pasar.

Wall Street Menguat, Saham-Saham Raksasa Teknologi Melesat - Halaman all

S&P 500 tinggal setipis napas dari rekor. Indeks acuan Wall Street itu ditutup naik 0,42 persen ke level 7.575,39 pada Jumat (10/7/2026), hanya terpaut 0,45 persen dari rekor penutupan yang dicetak pada 2 Juni lalu. Pelaku pasar tidak lagi bertanya apakah puncak itu akan dilampaui, tapi kapan.

Nasdaq Composite menguat 0,29 persen ke 26.281,61. Dow Jones Industrial Average menambah 149,60 poin ke posisi 52.637,01. Secara mingguan, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing mengunci kenaikan sekitar 1,2 persen dan 1,7 persen, sedangkan Dow tergelincir sekitar 0,5 persen karena saham-saham non-teknologi bergerak lebih terbatas.

Dua katalis utama menggerakkan pasar hari ini. Meta Platforms meledak sekitar 6 persen dan menyentuh level tertinggi sejak April, melengkapi kenaikan hampir 15 persen sepanjang pekan ini. Kinerja mingguan terbaik induk Facebook itu sejak awal 2024. Bank of America mempertahankan rekomendasi beli, didukung memo internal yang ditinjau Reuters yang mengindikasikan Meta punya ruang untuk menekan biaya pengembangan AI. Nvidia juga tidak mau kalah, melonjak sekitar 4 persen dan menjadi penopang penting bagi indeks.

Yang membuat suasana lebih semarak: debut perdana SK Hynix di Nasdaq. Produsen memori asal Korea Selatan itu menerbitkan American Depositary Receipts (ADR) dengan harga penawaran US$149 per saham, menghimpun lebih dari US$26 miliar, lalu menutup sesi pertama dengan lonjakan sekitar 13 persen. Bukan IPO biasa. Keberhasilan SK Hynix mengumpulkan dana sebesar itu, ketika valuasi sejumlah emiten teknologi masih dianggap ketinggian, dibaca pasar sebagai sinyal bahwa selera investor terhadap rantai pasok AI belum surut.

Ada ironi kecil di sini. Masuknya SK Hynix ke bursa AS langsung memunculkan pertanyaan: apakah ini bakal menyedot aliran dana dari Micron Technology, pemain memori domestik yang sahamnya sudah melesat lebih dari 200 persen sejak Januari? Belum ada jawaban pasti. Agaknya pasar memilih tidak terlalu pusing soal itu, setidaknya untuk saat ini. Lam Research, Marvell Technology, dan Intel bahkan sudah lebih dari dua kali lipat sepanjang 2026.

Indeks PHLX Semiconductor naik tipis 0,06 persen. Angkanya kecil, tapi ini penguatan tiga hari berturut-turut. Delapan dari sebelas sektor dalam S&P 500 ditutup di zona hijau. Sektor teknologi informasi memimpin dengan kenaikan 1,65 persen, disusul consumer discretionary sebesar 1,46 persen.

Di luar teknologi, pasar juga menangkap angin segar dari Timur Tengah. Trump menyatakan Iran telah menghubungi Washington untuk melanjutkan perundingan, perkembangan yang meredam kekhawatiran akan lonjakan harga minyak yang bisa kembali membakar inflasi. Konteks ini penting karena pekan depan dua agenda besar menanti: rilis data inflasi AS periode Juni dan dimulainya musim laporan keuangan kuartal II yang dipimpin bank-bank besar.

Soal musim earnings, ekspektasi pasar tidak main-main. Berdasarkan data LSEG I/B/E/S, laba perusahaan-perusahaan S&P 500 diproyeksikan tumbuh sekitar 24 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, sebagian besar ditopang sektor teknologi. Meski harga saham sudah di dekat rekor, rasio price-to-earnings berbasis proyeksi laba justru turun dari sekitar 21 kali di akhir Mei menjadi sekitar 20 kali sekarang. Pertanyaannya, berapa lama momentum ini bertahan? Ekspektasi laba naik lebih cepat dari harga sahamnya, dan kalau data ini bisa dipercaya, valuasi pasar belum sepanas yang dikira banyak orang.

Tidak semua ikut pesta. Moderna ambles hampir 11 persen, pelemahan harian terbesar dalam lebih dari setahun. Delta Air Lines pun turun sekitar 1,8 persen meski proyeksi laba kuartal ketiganya melampaui ekspektasi. Volume transaksi juga masih tergolong ringan: sekitar 14,5 miliar lembar saham berpindah tangan, jauh di bawah rata-rata 22,4 miliar lembar dalam 20 sesi terakhir.

"Kita jelas sedang berada dalam fase booming," kata Eric Parnell, Kepala Strategi Pasar Great Valley Advisor Group. "Namun, saya memiliki kekhawatiran nyata bahwa akan terjadi semacam koreksi besar pada paruh kedua tahun ini." Klaim yang masih perlu dibuktikan, setidaknya itu versi Parnell. Tapi cukup untuk mengingatkan bahwa di balik euforia AI ini, posisi keluar yang baik tidak ada salahnya sudah dipikir dari sekarang.