Tiga tahun lebih Rizky Nova duduk di depan layar, baris demi baris kode, sendirian. Hasilnya kini sedang dibicarakan gamer di Jepang.
Studio indie bentukannya, Novatetsu Games, resmi merilis Running Train di Steam pada 25 Mei 2026 dalam status Early Access. Dalam hitungan hari, game simulasi kereta api ini langsung menyabet predikat Overwhelmingly Positive dari komunitas global, pencapaian yang bahkan tidak selalu diraih studio-studio besar. Tunggu, em dash itu harus pergi. Dalam hitungan hari, game simulasi kereta api ini langsung menyabet predikat Overwhelmingly Positive dari komunitas global, pencapaian yang bahkan tidak selalu diraih studio-studio besar.
Media gaming Jepang Automaton turut angkat bicara, secara khusus menyoroti tingkat realisme visual yang berhasil dicapai game ini: rendering kabin masinis yang rinci, detail badan kereta, hingga pergerakan bogie yang presisi seperti dunia nyata. Yang bikin komunitas makin kagum, semua detail itu dijalankan tanpa mengorbankan performa. Frame rate tetap stabil meski lingkungan yang dirender terbilang kompleks. Bukan kebetulan. Ini optimasi serius.
Kuncinya ada di Unreal Engine 5. Rizky, yang di komunitas dikenal dengan alias Rizu, memanfaatkan mesin grafis generasi terbaru itu secara optimal untuk menghadirkan pencahayaan realistis dan aset lingkungan yang kaya. Hasilnya, dua rute fiksi berlatar Jepang yang ada di game ini, Jalur Pesisir Hayamori dan Jalur Pedesaan Kofuku, terasa seperti lokasi nyata yang pernah dikunjungi.
Dua rute itu bukan sekadar latar yang cantik. Masing-masing punya karakteristik operasional berbeda yang menuntut adaptasi dari pemain. Bagi yang mau tantangan penuh, Hard Mode mematikan seluruh bantuan AI, termasuk speedometer, memaksa pemain mengandalkan insting dan pembacaan sinyal jalur. Sebaliknya, Free Mode menyerahkan kendali ke AI agar pemain bisa duduk santai menikmati pemandangan pesisir dan pedesaan tanpa tekanan jadwal. Dua kutub yang sengaja dirancang untuk dua tipe pemain yang sangat berbeda.
Sekitar 2027, versi penuh dijadwalkan meluncur. Fase Early Access ini sengaja dipakai untuk menampung masukan komunitas, memperbaiki bug, dan menambah konten baru sebelum game benar-benar dianggap selesai. Agaknya keputusan yang tepat, mengingat antusiasme komunitas justru bisa jadi alat QA paling jujur yang bisa didapat developer indie mana pun.
Running Train saat ini dijual dengan diskon 10% dari harga normal Rp229.000, menjadi Rp206.100. Tidak mahal untuk sebuah karya yang, jujur saja, bikin banyak studio mapan perlu berkaca.