MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Snapdragon X2 Resmi Masuk Pasar, Asus dan HP Pasan...

Tekno

Snapdragon X2 Resmi Masuk Pasar, Asus dan HP Pasang Harga Premium

Qualcomm resmi membawa Snapdragon X2 ke pasaran lewat laptop Asus dan HP dengan spesifikasi yang tidak main-main: 18 inti, NPU 80 TOPS, dan RAM hingga 48GB.

Qualcomm tidak lagi sekadar menunjukkan slide presentasi. Snapdragon X2 kini benar-benar ada di tangan konsumen, ditenagai laptop dari dua nama besar: Asus dan HP.

Platform ini bukan iterasi biasa. Diperkenalkan September 2025, Snapdragon X2 hadir dalam dua varian: X2 Elite dan X2 Elite Extreme, yang terakhir memang dirancang untuk beban kerja yang agak tidak wajar untuk ukuran laptop tipis. Qualcomm mengklaim peningkatan performa hingga 31 persen dibanding generasi sebelumnya, plus pemangkasan konsumsi daya sampai 43 persen. Angka yang patut dicermati, meski pembuktiannya tentu ada di benchmark dunia nyata.

Dari sisi spesifikasi, X2 Elite Extreme membawa 18 inti dengan clock speed maksimal 5,0 GHz. Varian standarnya sedikit lebih kalem: 12 atau 18 inti, puncak di 4,7 GHz. Keduanya mempertahankan NPU 80 TOPS, syarat wajib perangkat berpredikat Copilot+.

Asus bergerak duluan. Zenbook A16 berukuran 16 inci hadir dengan chip X2 Elite Extreme, layar sentuh OLED resolusi tinggi, dan RAM 48GB. Harganya USD 1.700, sekitar Rp 27,2 juta untuk varian teratas. Bukan angka kecil. Tapi konfigurasi memorinya terbilang berani untuk segmen ini. Bagi yang tidak butuh layar 16 inci, ada Zenbook A14 dengan chip X2 Elite standar sebagai pilihan lebih ringkas.

HP tidak mau ketinggalan. OmniBook Ultra 14 tampil dengan spesifikasi X2 Elite, RAM 32GB, storage 1TB, dibanderol USD 2.050 atau sekitar Rp 32,8 juta. Segmen sasarannya jelas berbeda dari Zenbook A16, dan selisih harganya pun lumayan terasa.

Soal memori, inilah yang paling menarik dari gelombang pertama perangkat Copilot+ ini. Generasi sebelumnya kerap kena kritik karena memasangkan NPU anyar dengan RAM yang konservatif, bak mobil sport bermesin besar tapi tangki bensinnya kecil. Kali ini, 32GB jadi batas bawah dan 48GB jadi opsi yang benar-benar tersedia. Bukan gimmick di atas kertas.

Pertanyaannya sederhana: apakah pasar profesional Indonesia siap merogoh kocek Rp 27 juta ke atas untuk laptop ARM, saat laptop x86 bertenaga setara masih bisa ditemukan di harga yang lebih bersahabat? Entah kebetulan atau tidak, taruhan Qualcomm dan mitra-mitranya soal OLED tipis plus memori besar ini akan terjawab di kuartal-kuartal berikutnya.