SENIN, 19 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  SINI Cetak ATH Usai Bebas FCA, Kapitalisasi Tembus...

Finansial

SINI Cetak ATH Usai Bebas FCA, Kapitalisasi Tembus Rp16 Triliun

Saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melesat ke rekor tertinggi sepanjang masa setelah BEI mencabut status Full Call Auction, ditopang rights issue Rp3,61 triliun yang berhasil membalikkan ekuitas dari defisit menjadi positif.

Saham Hapsoro-Prajogo Singaraja Putra (SINI) Sentuh Level ATH. (Foto: Magnific)

Sepanjang Kamis (3/9/2026) pagi, saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) sempat menyentuh Rp14.275 per unit pada pukul 09.39 WIB, level yang belum pernah dicapai perseroan sejak pertama kali tercatat di bursa. All time high. Bukan sekadar momentum teknikal biasa.

Pada pukul 10.14 WIB saham ini diperdagangkan di Rp13.625, naik 7,25 persen, dengan kapitalisasi pasar yang sudah menembus Rp16,30 triliun. Reli SINI dipicu pencabutan status Full Call Auction (FCA) oleh Bursa Efek Indonesia, efektif berlaku sejak Senin, 31 Agustus 2026. Hari pertama bebas dari FCA, saham ini langsung tancap gas, melesat 9,35 persen ke Rp10.525.

SINI sebelumnya ditempatkan di Papan Pemantauan Khusus karena mencatat ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir, kriteria nomor 5 dalam aturan FCA BEI. Defisiensi modal perseroan sempat mencapai Rp763 miliar pada akhir 2025, lalu masih minus Rp125 miliar hingga Juni 2026. Kondisi yang agaknya membuat banyak investor menahan diri untuk masuk.

Kunci pemulihannya ada pada rights issue senilai Rp3,61 triliun. SINI menerbitkan maksimal 721,5 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham, rasio dua saham lama mendapat hak membeli tiga saham baru. Dana yang diraup dialokasikan untuk akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti, pelunasan sebagian utang, serta kebutuhan modal kerja. Hasilnya terlihat langsung di neraca: per 31 Juli 2026, ekuitas SINI berbalik positif menjadi Rp3,52 triliun.

Kinerja laba ikut berbalik arah. Dari rugi Rp26,40 miliar pada Juli 2025, perseroan mengantongi laba bersih Rp679,7 miliar hingga Juli 2026. Angka yang sulit diabaikan. Entah kebetulan atau tidak, momentum ini bertepatan dengan nama besar di balik perseroan: Happy Hapsoro dan Prajogo Pangestu, dua figur yang rekam jejaknya di pasar modal Indonesia sudah tidak perlu dipertanyakan.

Bersamaan dengan SINI, BEI juga membebaskan dua emiten lain dari jeratan FCA pada periode yang sama. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) keluar karena pernah kena suspensi perdagangan lebih dari satu hari akibat aktivitas transaksi yang mencurigakan, dan langsung melonjak 9,49 persen ke Rp300 di hari pertama bebas. PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) justru melempem, tergerus 1,43 persen ke Rp69 di sesi yang sama. Tiga emiten keluar FCA sekaligus. Pasar punya cerita masing-masing.

Buat investor yang sudah nyangkut di SINI sejak era FCA, ini momen yang lama ditunggu. Pertanyaannya sekarang: apakah ATH ini punya kaki untuk berlari lebih jauh, atau sekadar euforia pasca-pembebasan yang butuh waktu untuk diuji fundamentalnya?