SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Sinar Mas Resmi Caplok 35% KETR, Crossing Rp520 Mi...

Bisnis

Sinar Mas Resmi Caplok 35% KETR, Crossing Rp520 Miliar Tutup Dealnya

PT Inti Mas Bangun Sejahtera, afiliasi Grup Sinar Mas melalui DSSA, resmi menjadi pengendali baru PT Ketrosden Triasmitra Tbk setelah transaksi negosiasi jumbo Rp520 miliar muncul di pasar pada Senin (28/9).

Crossing senilai Rp520,06 miliar di pasar negosiasi pada Senin (28/9/2026) bukan sekadar angka besar yang lewat begitu saja. Itulah momen Grup Sinar Mas mengunci posisinya sebagai pengendali baru PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), emiten infrastruktur jaringan kabel laut dan serat optik.

Transaksi itu tercatat sebanyak 9,94 juta lot saham KETR pada harga Rp523 per saham, sejalan dengan jadwal pembayaran penawaran tender sukarela yang memang sudah ditetapkan untuk tanggal tersebut. Sehari setelahnya, Sekretaris Perusahaan KETR Henry Rizard Rumopa membenarkan perubahan pengendalian ini melalui keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia.

Harga crossing Rp523 itu jauh di bawah harga pasar reguler KETR di hari yang sama. Di sesi I pada Senin itu, saham KETR di pasar reguler sempat menyentuh Rp1.040 per saham. Disparitas seperti ini lazim dalam skema tender offer, tapi tetap jadi catatan bagi pelaku pasar yang cermat mengikuti saham ini.

Pengendali baru KETR adalah PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS), yang mengantongi 994,44 juta saham atau setara 35% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. IMBS dimiliki 99% oleh PT DSST Mas Gemilang dan 1% oleh PT Sinarmas Sukses Sejahtera, dengan penerima manfaat akhir bermuara ke PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

"Perubahan pengendali ini juga membuat UBO DSSA kini menjadi UBO di KETR," kata Rumopa dalam keterbukaan informasi tersebut.

Posisi pengendali yang sebelumnya dipegang PT Bahtera Bintang Nusantara secara tidak langsung melalui PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara resmi berakhir. Proses akuisisinya sendiri bukan sprint, butuh berbulan-bulan. IMBS mengumumkan niat tender sukarela sejak 8 Juni 2026, dengan sekuritas pelaksana PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM). Periode penawaran sempat diperpanjang dua kali, terakhir hingga 18 September 2026.

Soal motivasi, manajemen KETR menyebut prospek industri infrastruktur telekomunikasi dan meningkatnya kebutuhan konektivitas data di Indonesia sebagai pendorong utama masuknya IMBS. Bukan alasan yang mengada-ada. DSSA dan afiliasinya memang punya lini bisnis yang bersinggungan langsung dengan sektor tersebut, dan potensi sinergi dalam ekosistem infrastruktur Sinar Mas agaknya sudah lama dimatangkan sebelum peluit tender pertama ditiup.

Pertanyaannya sekarang bukan soal siapa pengendalinya. Bagi pemegang saham KETR yang masih parkir di pasar reguler, yang lebih menarik justru seberapa cepat "sinergi" itu bisa tercermin dalam kinerja fundamental perseroan, kalau memang benar-benar ada.