SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Saylor Bisik 'More Orange', Bitcoin Menghijau Tipi...

Finansial

Saylor Bisik 'More Orange', Bitcoin Menghijau Tipis Sambil Pasar Menebak-nebak

Michael Saylor kembali mengunggah sinyal bertema oranye di X, memancing spekulasi pembelian Bitcoin lanjutan oleh Strategy yang kini menggenggam 848.000 BTC senilai US$70,48 miliar.

Michael Saylor is now down $9 BILLION on his Bitcoin investment 🤯 #bitcoin #btc #crypto #cryptocurrency #michaelsaylor

Tiga kata dari Michael Saylor rupanya sudah cukup untuk menggerakkan sentimen pasar. Pada Minggu (11/10/2026), Chairman Strategy Inc. (Nasdaq: MSTR) mengunggah kalimat pendek di platform X: "Selalu ada ruang untuk lebih banyak warna oranye," lengkap dengan grafik yang menandai 117 riwayat pembelian Bitcoin perusahaan menggunakan lingkaran-lingkaran oranye.

Keesokan paginya, Bitcoin bergerak menguat. Data CoinMarketCap pukul 06.35 WIB Senin (12/10/2026) mencatat BTC naik 0,75% ke US$83.588,65 per koin, setara sekitar Rp1,49 miliar dengan kurs Rp17.891 per dolar. Kapitalisasi pasar kripto global ikut terkerek 0,81% dalam 24 jam menjadi US$2,83 triliun. Ethereum melesat 1,15% ke US$2.533, Binance Coin merangkak 0,38% ke US$753.

Bukan kenaikan yang spektakuler. Tapi konteksnya lain cerita.

Pola ini sebenarnya sudah terbentuk sejak beberapa pekan lalu. Pada 27 September, Saylor memposting sinyal serupa, kemudian Strategy melaporkan akuisisi 1.665 BTC untuk pekan yang berakhir di tanggal itu. Awal Oktober, ia menulis "Lebih oranye dari sebelumnya" dengan grafik menampilkan saldo 847.666 BTC, lalu keesokan paginya muncul laporan resmi pembelian 334 BTC senilai US$28,7 juta yang mendongkrak kepemilikan persis ke angka 848.000 koin. Pasar sudah hafal ritme ini.

Grafik terbaru Saylor memperlihatkan valuasi cadangan 848.000 BTC di angka US$70,48 miliar, dengan biaya akuisisi rata-rata sekitar US$75.441 per koin. Pembelian terakhir yang dikonfirmasi, 334 BTC antara 1-4 Oktober, terjadi di harga rata-rata US$85.839 per koin, jauh di atas rata-rata historis perusahaan. Total biaya akuisisi kumulatif Strategy kini mendekati US$63,97 miliar.

Konfirmasi resmi lewat dokumen SEC kemungkinan baru tersedia Selasa (13/10/2026). Libur Columbus Day membuat kantor-kantor federal AS tutup pada Senin.

Namun ada satu angka yang perlu dilihat lebih teliti sebelum investor terlalu bersemangat mengejar sinyal oranye ini. Analis independen Shanaka Anslem Perera mencatat temuan yang cukup mencolok soal alokasi modal Strategy sepanjang kuartal III-2026. Dari US$5,41 miliar yang dihimpun lewat penerbitan saham biasa, kepemilikan Bitcoin di akhir kuartal hanya bertambah 1.666 BTC dibanding akhir Juni. Sekitar 9,5% saja dari dana yang masuk benar-benar mengalir langsung ke pembelian Bitcoin. "Penghimpunan modal tidak selalu berarti membeli Bitcoin," kata Perera kepada CoinTelegraph.

Sisanya? Tersebar ke cadangan dolar, pembayaran dividen, bunga utang, dan yang cukup mengejutkan: pembelian kembali saham preferen STRC senilai US$176,3 juta dalam periode 28 September-4 Oktober. Angka itu jauh melampaui anggaran pembelian Bitcoin mingguan perusahaan di periode yang sama.

Per 4 Oktober, Strategy memegang cadangan US$4,88 miliar yang disiapkan untuk dividen saham preferen dan bunga utang, ditambah US$833,4 juta kas korporat yang bisa dipakai untuk akuisisi BTC maupun kebutuhan lain. Akuisisi 334 BTC terakhir sendiri dibiayai dari dua kantong: US$15,7 juta dari penjualan saham MSTR baru dan US$13 juta dari kas yang sudah ada.

Bagi investor yang selama ini memandang Strategy sebagai proxy Bitcoin paling bersih di pasar saham, temuan Perera ibarat cermin retak. Neraca yang kuat memang baik untuk ketahanan perusahaan, tapi akumulasi Bitcoin yang melambat justru saat penghimpunan modal sedang besar-besaran, kalau data ini bisa dipercaya, adalah sinyal yang tidak bisa hanya dijawab dengan lingkaran oranye di X.