SELASA, 20 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Samuel Sekuritas Pangkas Repo NSSS Dua Kali, Malah...

Finansial

Samuel Sekuritas Pangkas Repo NSSS Dua Kali, Malah Nambah di RLCO

Samuel Sekuritas Indonesia tercatat dua kali melakukan transaksi repo di saham NSSS dalam Juli ini, sambil menambah posisi di RLCO. Kepemilikan di emiten sawit itu kini tersisa 32,10 persen.

Ciptadana Capital | News

Sepanjang Juli 2026, PT Samuel Sekuritas Indonesia bergerak cukup aktif merombak posisi repo-nya di saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), sambil di sisi lain justru memperbesar eksposur di PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO).

Ada dua babak transaksi NSSS yang tercatat di keterbukaan informasi ke Otoritas Jasa Keuangan. Pada 13 Juli, Samuel mencairkan repo sebanyak 455,49 juta saham di harga Rp555 per lembar, senilai sekitar Rp252,8 miliar. Di hari yang sama, perusahaan menempatkan kembali repo atas 228,71 juta saham di harga Rp600, dengan nilai penempatan sekitar Rp137,2 miliar. Hasilnya, kepemilikan Samuel di NSSS turun dari 36,42 persen menjadi 35,47 persen.

Ronde kedua terjadi pada 20 Juli. Samuel melepas 134,29 juta saham NSSS lewat pencairan repo, dengan harga pelaksanaan Rp378 per saham. Posisi kepemilikan susut lagi, dari 32,66 persen menjadi 32,10 persen, atau setara 7,64 miliar saham. Selisih harga pelaksanaan antara dua transaksi itu, Rp555 dan Rp378, agaknya cerminan kondisi underlying saham serta struktur kontrak repo yang memang berbeda.

Manajemen Samuel dalam laporannya kepada OJK menyatakan, "Saya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul dan menjamin kebenaran atas seluruh data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang dilaporkan." Bukan klausul yang luar biasa, tapi biasanya muncul ketika transaksi menyangkut porsi kepemilikan yang cukup besar di suatu emiten.

Pada 13 Juli juga, Samuel menambah kepemilikan di RLCO lewat penempatan repo sebanyak 40,07 juta saham di harga Rp2.980 per lembar. Nilai transaksinya sekitar Rp119,4 miliar. Kepemilikan Samuel di RLCO naik dari 4,52 persen menjadi 5,80 persen, melampaui ambang 5 persen yang lazim jadi titik perhatian pengawas pasar.

Pasar merespons cukup positif pada hari transaksi pertama itu. NSSS ditutup menguat 2,14 persen ke Rp715, RLCO naik 1,26 persen ke Rp3.220. Apakah ada kaitannya dengan aktivitas repo Samuel, sulit dipastikan. Entah kebetulan atau tidak, kedua saham kompak hijau.

NSSS sendiri bukan pemain kecil di segmen kelapa sawit. Didirikan tahun 2008 dan mulai beroperasi 2009, perusahaan ini mengelola lima perkebunan di Kalimantan Tengah dan memiliki satu pabrik pengolahan berkapasitas 60 metrik ton per jam di Kotawaringin Timur. Produknya, dari tandan buah segar, CPO, hingga inti sawit, sebagian besar diserap pasar domestik.

Yang patut dicermati: meski sudah dua kali mencairkan repo dalam sebulan, Samuel masih menguasai lebih dari 32 persen saham NSSS. Posisi yang cukup besar untuk sebuah perusahaan sekuritas, dan sekaligus menimbulkan pertanyaan, seberapa jauh lagi porsi itu akan digerus.