SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Rilis Tiga Monitor Premium di Indonesia: Q...

Tekno

Samsung Rilis Tiga Monitor Premium di Indonesia: QD-OLED 240Hz, Dual Mode 330Hz, hingga Thunderbolt 5

Samsung Electronics Indonesia resmi memasarkan Odyssey OLED G8, Odyssey OLED G7, dan ViewFinity S8 sejak 21 Mei 2026, menyasar gamer kompetitif sekaligus profesional kreatif dengan teknologi panel dan konektivitas yang berbeda kelas.

Samsung Odyssey OLED G8 dan ViewFinity S8 Resmi Dijual di Indonesia, Andalkan Visual Premium untuk Gamer dan Profesional

Tiga sekaligus. Samsung Electronics Indonesia tidak main-main membuka babak baru di segmen display premium Tanah Air.

Sejak 21 Mei 2026, Samsung resmi memasarkan Odyssey OLED G8 (G80SH), Odyssey OLED G7 (G73SH), dan ViewFinity S8 (S85TH) secara bersamaan. Ketiganya menyasar dua segmen yang berbeda secara kebutuhan: gamer kompetitif dan profesional kreatif. Argumennya sederhana, monitor berkualitas tinggi kini bukan sekadar aksesori gaming, melainkan alat kerja utama.

Odyssey OLED G8 jadi mahkotanya. Panel QD-OLED 4K yang dipakai menggabungkan OLED dengan Quantum Dot, menghasilkan kontras mendalam, warna hitam sejati, dan kecerahan puncak 1.000 nits berkat sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 500. Refresh rate 240Hz dipadu response time 0,03ms (GtG) dan AMD FreeSync Premium Pro, kombinasi yang membuat tearing dan stuttering nyaris tidak punya tempat. Samsung juga menyematkan Glare Free Technology yang diklaim meredam pantulan cahaya hingga 54 persen dibanding lapisan anti-refleksi konvensional, angka yang lumayan buat ruangan dengan pencahayaan campur aduk.

Sertifikasi Pantone Validated di G8 bukan sekadar nilai jual tambahan. Monitor ini diklaim akurat mereproduksi lebih dari 2.100 warna Pantone dan 110 lebih variasi warna kulit. Klaim yang menarik perhatian, karena memposisikan G8 sebagai monitor yang bisa merangkap kebutuhan desainer sekaligus gamer. Dari sisi konektivitas, ada DisplayPort 2.1 dengan bandwidth hingga 80Gbps dan USB-C dengan pengisian daya hingga 98W. Serius, bukan cuma nempel.

G7 membawa pendekatan yang agaknya lebih pragmatis lewat fitur Dual Mode. Pengguna bisa memilih antara mode 4K UHD di 165Hz untuk game RPG atau open-world yang kaya detail, atau beralih ke Full HD dengan refresh rate hingga 330Hz saat terjun ke arena FPS kompetitif. Fleksibilitas bak pisau lipat ini bisa jadi pertimbangan menarik bagi gamer yang tidak mau terjebak pada satu karakter permainan saja. Spesifikasi dasarnya setara G8: response time 0,03ms, HDR10+ Gaming, AMD FreeSync Premium Pro, dan sertifikasi Pantone Validated.

Di luar ekosistem Odyssey, ViewFinity S8 hadir dengan proposisi yang berbeda sama sekali. Layar melengkung 40 inci beresolusi WUHD dengan refresh rate 144Hz dirancang bukan untuk frame rate battle, melainkan sebagai kanvas kerja. Cakupan warna DCI-P3 98 persen dan sRGB 99 hingga 100 persen menempatkannya sebagai pilihan serius bagi editor video dan desainer grafis yang tidak mau kompromi soal konsistensi warna.

Fitur yang paling mencuri perhatian di S8 adalah Thunderbolt 5. Transfer data hingga 80Gbps sekaligus pengisian daya 140W lewat satu kabel tunggal. Bagi pengguna laptop workstation, ini berarti meja kerja yang lebih rapi tanpa semrawut kabel. KVM Switch, Picture-in-Picture, Picture-by-Picture, HDR10+, dan Intelligent Eye Care melengkapi paket produktivitasnya.

Melvin Rubianto, Head of Product LCD Monitor Samsung Electronics Indonesia, menegaskan bahwa monitor gaming masa kini sudah bergeser dari sekadar perlombaan refresh rate. "Odyssey OLED G8 hadir membawa teknologi QD-OLED 4K dengan refresh rate 240Hz dan AMD FreeSync Premium Pro untuk memberikan pengalaman bermain yang lebih mulus dan imersif," ujar Melvin dalam pernyataan resminya. Kalau dibaca lebih jauh, pernyataan itu bisa jadi sinyal bahwa Samsung sedang mendorong segmen display premium ke wilayah yang lebih luas dari sekadar esports.

Ketiga monitor sudah tersedia melalui situs resmi Samsung Indonesia dan jaringan mitra resmi di seluruh Indonesia. Harga resmi belum diumumkan secara terbuka. Satu-satunya yang masih ditunggu sebelum pasar bisa benar-benar menimbang apakah proposisi nilai Samsung kali ini sepadan.