SELASA, 6 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Patenkan Ponsel Gulung, Evolusi Setelah Er...

Tekno

Samsung Patenkan Ponsel Gulung, Evolusi Setelah Era Lipat

Samsung mengajukan paten dua desain ponsel dengan mekanisme layar gulung ke lembaga paten AS. Layar bisa diperluas horizontal, kamera ikut bergeser, tapi jalan ke produk komersial masih panjang.

Why Samsung's Rollable Phone Remains a Prototype in 2026 << Samsung :: Gadget Hacks

Belum genap satu dekade Samsung memantapkan posisi di segmen ponsel lipat, nama Galaxy Z Rollable sudah beredar di komunitas pecinta gadget. Dokumen paten yang diajukan Samsung Electronics Co. Ltd. ke lembaga paten Amerika Serikat bocor lewat penelusuran WearView bersama akun leaker @xleaks7, memperlihatkan dua konsep desain ponsel dengan mekanisme layar yang bisa diperluas secara horizontal.

Konsep pertama bekerja seperti namanya: layar melebar ke samping saat ditarik, mirip gulungan kertas. Yang bikin kepala menoleh, modul kamera belakang tidak diam di tempat. Ia ikut bergeser keluar bersamaan dengan bodi perangkat saat layar diperluas, lalu masuk kembali ke slot bingkai khusus ketika ponsel dikembalikan ke ukuran kompak. Sketsa dan render dalam dokumen paten memperlihatkan mekanisme geser ini sudah cukup matang secara konseptual.

Konsep kedua lebih radikal. Dalam posisi ringkas, layar sepenuhnya tersembunyi di dalam bodi ponsel. Baru muncul ketika kedua sisi perangkat ditarik ke luar bersamaan. Samsung menyebut pendekatan ini sebagai cara melindungi layar dari goresan dan benturan saat tidak digunakan, argumen yang agaknya menyindir kelemahan yang selama ini diasosiasikan dengan ponsel lipat konvensional.

Satu detail teknis patut dicermati. Dokumen paten juga menyebut adanya sensor yang mampu mendeteksi seberapa jauh layar ditarik dan seberapa cepat pergerakannya. Teknologi ini memungkinkan antarmuka menyesuaikan tampilan secara dinamis, bukan sekadar "layar melebar lalu selesai". Dari sisi penggunaan, bayangkan membuka beberapa aplikasi sekaligus, bermain gim dengan kanvas lebih lebar, atau menonton video tanpa harus menyentuh area lipatan.

Tapi sebelum terlalu jauh berandai-andai, ada catatan penting. Samsung diketahui mendaftarkan ratusan paten setiap tahun. Tidak semuanya berakhir di etalase toko. Paten adalah pagar hak intelektual, bukan janji peluncuran. Tantangan teknisnya pun nyata: ketahanan komponen bergerak dalam pemakaian jangka panjang, ruang baterai di bodi yang makin dinamis, hingga daya tahan perangkat belum terjawab dalam dokumen paten mana pun.

Sinyal minat Samsung terhadap form factor ini, kalau boleh jujur, bukan baru kemarin. Samsung Display sudah beberapa kali memamerkan purwarupa layar OLED gulung di panggung Consumer Electronics Show dan Mobile World Congress. Bisa jadi patent filing ini bagian dari rangkaian panjang yang sedang dirakit secara senyap, bak puzzle yang kepingnya baru akan kelihatan utuh nanti.

Ponsel gulung, kalau benar terwujud, berpotensi mengisi celah yang belum tertangani: konsumen yang suka layar luas tapi enggan berurusan dengan lipatan yang terlihat atau engsel yang besar. Apakah Samsung akan menutup gap itu, atau ini sekadar latihan paten rutin? Jawabannya, entah kebetulan atau tidak, mungkin baru terlihat di event besar berikutnya.