Senin, 6 Juli 2026 jadi tanggal yang ditandai merah bagi jutaan pengguna Galaxy di seluruh dunia. Samsung Messages resmi tutup, dan tidak ada jalan kembali.
Perlu diingat, penutupan ini bukan kejutan. Samsung sudah mengumumkan rencana penghentian layanan sejak April 2026, meski kala itu tanggal pastinya masih dikabuti. Konfirmasi baru datang lewat notifikasi push yang muncul langsung di dalam aplikasi: Samsung Messages akan dihentikan Juli 2026, dan pengguna wajib beralih ke Google Messages untuk menjaga pengalaman berkirim pesan yang konsisten di Android.
Setelah tanggal tersebut, aplikasi hanya bisa dipakai untuk menghubungi kontak darurat. Percakapan biasa, grup, fitur multimedia, semuanya mati. Samsung Messages juga sudah dicopot dari Galaxy Store dan tidak bisa diunduh di perangkat Galaxy S26 ke atas.
Proses kematiannya sudah berjalan perlahan sejak 2024, ketika Samsung berhenti menginstal aplikasi itu di perangkat barunya, dimulai dari seri Galaxy S24. Siapa pun yang membeli flagship Samsung dalam dua tahun terakhir sudah langsung disambut Google Messages sejak hari pertama. Hari ini tinggal domino terakhir yang jatuh.
Alasan resmi Samsung cukup lugas: standarisasi RCS, atau Rich Communication Services. Dengan Google Messages, pengguna mendapat dukungan RCS yang lebih andal tanpa bergantung pada operator seluler masing-masing. Enkripsi end-to-end, pengiriman gambar dan video resolusi penuh, read receipts yang lebih konsisten. Itu nilai jual yang Samsung pegang untuk meyakinkan penggunanya.
Komunitas tidak sepenuhnya menerima ini dengan lapang dada. Di Reddit, thread r/S24Ultra ramai dengan kekesalan. Salah satu komentar yang banyak mendapat upvote berbunyi, "If I wanted to use Google's POS services I would've bought a pixel." Sentimen serupa bermunculan di forum lain, agaknya wajar mengingat Samsung Messages punya sejumlah fitur kustomisasi yang tidak dimiliki penggantinya: wallpaper latar belakang percakapan, pengaturan opasitas gelembung pesan, sistem folder yang bagi sebagian pengguna terasa jauh lebih praktis.
Google, setidaknya, kelihatan sadar ada kekosongan yang perlu diisi. Perusahaan sedang meluncurkan fitur "Chat themes" yang menghadirkan wallpaper dan palet warna di Google Messages. Apakah ini cukup menambal kekecewaan pengguna lama? Belum tentu.
Dampak penutupan secara resmi baru berlaku di Amerika Serikat. Pengguna di luar AS, termasuk di Inggris, melaporkan lewat Reddit bahwa aplikasi sudah digantikan Google Messages di perangkat mereka. Penghentian bertahap di pasar lain kemungkinan besar tinggal soal waktu.
Bagi yang perlu migrasi, prosesnya tidak rumit: buka Google Messages atau unduh dari Play Store, pilih "Set default SMS app", dan konfirmasi. Riwayat pesan ditransfer otomatis, meski bisa memakan waktu hingga satu hari penuh. Satu hal yang perlu dicatat: pengguna dengan Android 11 atau lebih rendah tidak terdampak dan masih bisa memakai Samsung Messages seperti biasa.
Perubahan ini cerminan dari tren yang lebih besar. Apple sudah mengadopsi RCS di iOS 18, komunikasi lintas platform antara Android dan iPhone kini jauh lebih mulus. Samsung, dengan menutup Samsung Messages, pada dasarnya memilih fokus pada perangkat keras dan menyerahkan urusan pesan ke Google. Masuk akal secara bisnis, kalau data perpindahan pengguna ini bisa dipercaya. Tapi tidak selalu terasa nyaman bagi yang bertahun-tahun sudah hafal setiap sudut aplikasi lama itu.