RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra Meluncur Juli, Batera...

Tekno

Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra Meluncur Juli, Baterai Naik Tapi Label 'Ultra' Layak Dipertanyakan

Bocoran spesifikasi dan sertifikasi Bluetooth SIG mengkonfirmasi Galaxy Z Fold8 Ultra segera hadir di Galaxy Unpacked Juli 2026, membawa baterai 5.000 mAh dan pengisian 45W. Tapi apakah labelnya sebanding harganya?

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Terungkap di Sertifikasi Bluetooth, Siap Jadi Foldable Premium Paling Canggih?

Sertifikasi Bluetooth SIG akhir Mei hingga awal Juni 2026 memunculkan nama Galaxy Z Fold 8 Ultra beserta sejumlah nomor model untuk pasar Jepang, mencakup varian NTT Docomo, au, SoftBank, Rakuten Mobile, hingga SIM-free. Bagi Samsung, ini bukan bocoran biasa, masuknya nama ke database Bluetooth SIG biasanya menjadi langkah terakhir sebelum peluncuran komersial. Kalau data ini bisa dipercaya, Juli sudah di depan mata.

Konfirmasi dari jalur sertifikasi itu datang bersamaan dengan foto dummy unit yang beredar di X. Ice Universe, pembocor teknologi dengan rekam jejak yang cukup terpercaya, memperlihatkan Galaxy Z Fold8 dan Fold8 Ultra berdampingan untuk pertama kalinya. Perbedaannya langsung terlihat: Fold8 Ultra tampil lebih tinggi dan ramping dengan tiga kamera belakang, sedangkan Fold8 reguler, yang sebelumnya dirumorkan bernama Fold8 Wide, justru lebih pendek dengan dual camera dan rasio layar 4:3 yang mendekati format tablet.

Strategi penamaan inilah yang bikin alis naik. Samsung membalik logika yang selama ini berjalan. Model "wide" dengan desain lebih lebar justru mendapat nama reguler, sedangkan penerus langsung Fold7 yang berdesain konvensional malah mendapat label Ultra. Pertama kali Samsung membawa embel-embel ini ke lini foldable, yang selama ini hanya disematkan pada seri Galaxy S.

Dari sisi spesifikasi, Fold8 Ultra membawa sejumlah peningkatan yang memang dinantikan. Baterai naik dari 4.400 mAh milik Fold7 menjadi 5.000 mAh, dengan kecepatan pengisian kabel yang ikut melonjak dari 25 watt ke 45 watt. Bobot diklaim sekitar 215 gram, ketebalan 4,1 mm saat dibuka dan 8,9 mm saat terlipat. Kamera belakang disebut mengandalkan sensor 50 MP ultrawide, dengan prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang juga digunakan di Galaxy S26. Satu klaim paling ambisius: crease atau lekukan layar pada kedua model Fold8 diklaim akan seminim milik Oppo Find N6. Klaim yang tidak kecil, mengingat crease selalu jadi titik lemah perangkat lipat Samsung selama bertahun-tahun.

Tapi 5.000 mAh itu, jujur saja, belum cukup untuk tutup mulut para kritikus. Oppo Find N6 dan Honor Magic V5 sudah main di angka 6.000 mAh. Samsung memperkecil jarak, tapi belum menutupnya.

Yang lebih menggelitik adalah perdebatan soal makna "Ultra" itu sendiri. Galaxy Z Fold8 Ultra tidak kebagian S Pen, tidak ada lapisan anti-reflektif di layar, lensa telefotonya tetap 3x persis seperti yang sudah ada di flagship Samsung selama bertahun-tahun. Bandingkan dengan Galaxy S26 Ultra yang menjadi acuan standar Ultra di ekosistem Samsung, selisihnya terasa nyata. Label Ultra pada Fold8 agaknya lebih berfungsi sebagai penanda posisi dalam portofolio daripada pernyataan kemampuan teknologi. Setidaknya itulah yang terbaca dari spesifikasi yang bocor sejauh ini.

Bukan main. Justru model reguler Fold8 yang disebut akan hadir dengan baterai 4.800 mAh dan pengisian 45 watt, angka yang hampir menyamai varian Ultra di sisi daya. Perbedaan antar keduanya kian tipis, dan itu justru memperumit narasi "Ultra" yang ingin Samsung bangun.

Untuk lini Flip, bocoran terpisah menyebut Galaxy Z Flip 8 kemungkinan menerapkan strategi dua chipset. Pasar AS, Kanada, China, dan Jepang disebut akan mendapat varian Snapdragon 8 Elite Gen 5, sedangkan Eropa, India, dan Korea Selatan kebagian Exynos 2600. Strategi ini dikaitkan dengan kapasitas produksi Exynos 2600 yang disebut menjadi salah satu chip pertama Samsung dengan proses manufaktur 2nm.

Galaxy Unpacked 2026 dikabarkan digelar di London pada Juli mendatang. Samsung hampir pasti akan memperkenalkan kedua model Fold8 di sana. Pertanyaannya bukan lagi soal kapan, tapi seberapa besar kejutan yang akan mereka bawa untuk membuktikan bahwa "Ultra" bukan sekadar stiker harga.