Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan Galaxy Tab S12 Series pada 7 Oktober 2026, memboyong dua varian sekaligus: Galaxy Tab S12 Ultra dan Galaxy Tab S12+. S12 Ultra jelas jadi bintang utama peluncuran ini, menggabungkan desain luar biasa tipis, layar jumbo, dan sederet fitur AI yang agresif dipromosikan sebagai kandidat pengganti laptop.
Soal desain, 5,1 mm. Itu angka ketebalan S12 Ultra, menjadikannya tablet tertipis yang pernah diproduksi Samsung, dengan bobot 692 gram untuk layar 14,6 inci. Tab S12+ sedikit lebih tebal di 5,3 mm dengan layar 12,6 inci. Keduanya hadir dengan panel Dynamic AMOLED 2X, refresh rate 120 Hz, dan resolusi WQXGA+ 2960 x 1848 piksel. Kecerahan puncak 1.600 nits plus teknologi Vision Booster diklaim membuat layar tetap terbaca di bawah sinar matahari langsung, klaim yang patut diuji lapangan.
Di balik layarnya, MediaTek Dimensity 9500 fabrikasi 3 nm mengambil alih urusan performa. Dibanding Galaxy Tab S11 Ultra, Samsung mengklaim peningkatan NPU hingga 61%, CPU 19%, dan GPU 17%. Bukan angka kecil. Sistem pendingin 3D Vapor Chamber turut disematkan untuk menjaga suhu saat tablet dipakai mengedit video atau mengerjakan render grafis berat.
Baterai 11.600 mAh diklaim mampu memutar video hingga 23 jam, sementara Tab S12+ membawa kapasitas 10.600 mAh dengan ketahanan video 21 jam. Dukungan Super Fast Charging 2.0 melengkapi paket ini.
Fitur Samsung DeX agaknya menjadi argumen terkuat bagi mereka yang sedang menimbang tablet sebagai pengganti laptop. Lewat DeX, pengguna bisa mengatur hingga empat workspace terpisah dan menghubungkan layar eksternal, nirkabel maupun via kabel. Multi Window memungkinkan tiga aplikasi berjalan bersamaan. "Galaxy Tab S12 Series memberikan fleksibilitas dalam satu perangkat, dengan Galaxy AI yang membantu menyederhanakan aktivitas, performa untuk kebutuhan intensif, serta pengalaman S Pen dan layar besar yang mendukung produktivitas dan kreativitas dalam desain ramping," kata MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Widyantoko Utomo.
S Pen sudah termasuk dalam kotak pembelian, bentuk heksagonal yang diklaim lebih nyaman digenggam saat mencatat atau menggambar panjang. Galaxy AI hadir lewat sejumlah fitur: Now Nudge untuk saran kontekstual, Note Assist untuk merangkum catatan di Samsung Notes, serta akses ke Bixby, Gemini, dan Perplexity. Setiap unit juga dibundel akses Google AI Pro enam bulan dan Adobe Photoshop empat bulan, dengan nilai manfaat diklaim Rp2,4 juta, setidaknya itu klaim Samsung. Empat speaker dengan teknologi 4-channel Spatial Audio melengkapi pengalaman multimedia.
Harga? Galaxy Tab S12 Ultra dibanderol Rp25.499.000 untuk varian Wi-Fi dan Rp27.999.000 untuk 5G. Tab S12+ masuk di Rp21.999.000 (Wi-Fi) dan Rp23.499.000 (5G). Cukup untuk bikin dompet berpikir dua kali. Samsung menawarkan promo sepanjang 7 hingga 31 Oktober 2026, dengan total nilai keuntungan diklaim Rp17,5 juta, termasuk potongan Rp1,5 juta lewat program Reservation+, trade-in tablet lama hingga Rp11,5 juta, cashback Rp2,3 juta, dan opsi cicilan mulai Rp680.000 per bulan.
Dengan rentang harga di atas Rp25 juta, Samsung jelas membidik segmen pengguna yang serius. Pertanyaannya sederhana: cukup banyakkah pengguna Indonesia yang siap merogoh kocek segitu untuk sebuah tablet, secanggih apa pun fiturnya?