SENIN, 19 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Galaxy S27 Ultra: Chipset Kontroversial, D...

Tekno

Samsung Galaxy S27 Ultra: Chipset Kontroversial, Desain Bergeser, dan Harga yang Bikin Mikir Dua Kali

Dari isu overheat Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 hingga bocoran desain dan potensi kenaikan harga, Samsung Galaxy S27 Ultra sudah ramai dibahas jauh sebelum dirilis.

Samsung Galaxy S26 series

Belum ada tanggal rilis resmi, belum ada konfirmasi spesifikasi, tapi Samsung Galaxy S27 Ultra sudah keburu jadi topik paling banyak diperdebatkan di komunitas gadget. Bukan tanpa alasan.

Yang paling menghangat belakangan: isu chipset. Laporan dari media Korea Selatan mengklaim pengujian internal Samsung menemukan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengalami thermal throttling saat dihajar beban kerja berat, eh, maaf, maksudnya kondisi di mana prosesor memperlambat dirinya sendiri untuk menjaga suhu tetap terkendali. Sebagai pembanding, Exynos 2700 buatan Samsung sendiri disebut menunjukkan manajemen panas yang lebih baik dalam pengujian yang sama.

Qualcomm tidak tinggal diam. Chief Marketing Officer-nya, Don McGuire, angkat bicara lewat platform X, menegaskan tidak ada masalah termal sistemik pada chipset generasi barunya. Perusahaan juga menyatakan kepada sejumlah media teknologi bahwa pemberitaan soal overheating itu tidak akurat. Ada satu celah yang agaknya luput dari bantahan tersebut: pernyataan McGuire secara eksplisit merujuk pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi standar, bukan varian Extreme yang justru jadi pusat rumor. Bantahan yang belum sepenuhnya menutup pertanyaan.

Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 bukan chipset sembarangan. Diperkenalkan September 2026, ia memakai proses fabrikasi 2 nanometer dengan CPU Oryon 64-bit, dua inti Prime berkecepatan hingga 5,0GHz dan enam inti Performance hingga 4,0GHz, ditambah GPU Adreno generasi baru serta NPU Hexagon untuk pemrosesan AI. Spesifikasi kelas puncak yang memang membuat manajemen panas jadi tantangan tersendiri.

Perlu diluruskan satu hal: isu suhu dalam pengujian berat tidak serta-merta berarti ponsel bakal terasa seperti kompor saat dipakai sehari-hari. Thermal throttling kerap muncul dalam skenario stress test yang ekstrem dan berlangsung lama. Hasil nyata sangat bergantung pada desain bodi, sistem pendingin internal, dan bagaimana produsen mengatur profil daya di firmware. Belum ada pengujian independen terhadap perangkat komersial yang memakai chipset ini. Kesimpulan akhir, kalau data ini bisa dipercaya, masih terlalu prematur.

Bocoran desain S27 Ultra juga mulai berseliweran. Salah satunya: bezel layarnya kabarnya sedikit lebih tebal dibanding generasi sebelumnya. Perubahan kecil yang bisa jadi berkaitan dengan penyesuaian komponen internal, entah untuk mengakomodasi baterai lebih besar atau sistem pendingin yang diperbarui.

Soal baterai, sumber berbeda menyebut Samsung sedang mempertimbangkan teknologi silikon-karbon untuk seri S27, meski penerapannya pada seluruh lini belum pasti karena kalkulasi biaya produksi. Kamera juga dikabarkan naik kelas. S27 Ultra diprediksi membawa sensor ultrawide 50MP dan telefoto 5x 50MP. Satu lagi yang menarik, lini S27 kemungkinan hadir dalam empat model, menambahkan S27 Pro di antara S27+ dan S27 Ultra sebagai opsi layar 6,47 inci bagi mereka yang menginginkan pengalaman mendekati Ultra tanpa ukuran yang terlalu jumbo.

Lalu ada angka yang langsung mendinginkan antusiasme. Sejumlah bocoran menyebut potensi kenaikan sekitar 75 hingga 100 dolar AS per unit, dipicu meningkatnya biaya komponen memori. Bocoran terbaru dari 9to5Google memperkirakan Galaxy S27 Ultra dibanderol mulai 1.399 dolar AS, atau sekitar Rp22,9 jutaan di kurs saat ini. Angka yang masih bisa bergerak sebelum pengumuman resmi. Tapi sudah cukup untuk membuat sebagian calon pembeli berpikir ulang.

Peluncuran resminya diperkirakan baru berlangsung awal 2027. Masih ada waktu cukup panjang untuk melihat apakah isu chipset ini benar-benar terkonfirmasi, dan apakah Samsung akhirnya memilih Snapdragon, Exynos, atau kombinasi keduanya untuk pasar global termasuk Indonesia. Sampai ada perangkat final di tangan reviewer independen, semua angka dan klaim ini sebaiknya diperlakukan sebagaimana adanya: rumor yang menarik, tapi belum terbukti.