Nama Samsung mampir di dua sisi berita sekaligus pekan ini. Galaxy S26 Ultra dilaporkan mengalami gangguan pada layar, kabar yang agaknya cukup mengkhawatirkan bagi mereka yang sudah antre, atau sudah terlanjur merogoh kocek dalam untuk seri paling premium ini. Sementara drama kelas atas itu bergulir, tiga model mid-range Samsung justru tengah disorot sebagai pilihan paling masuk akal bagi pengguna yang hobi gaming seharian penuh.
Belum ada pernyataan resmi dari Samsung Indonesia soal masalah layar S26 Ultra. Klaim yang masih perlu dibuktikan lebih lanjut ini wajar memicu tanda tanya, terutama karena layar adalah salah satu komponen paling krusial di lini flagship. Gangguan di sana bukan sinyal yang bisa diabaikan begitu saja, setidaknya itu yang dikhawatirkan pengguna.
Tiga model lain punya cerita berbeda. Semuanya berbagi satu keunggulan: baterai jumbo, berkisar 5.000 mAh sampai yang paling ganas, 7.000 mAh.
Samsung Galaxy M62 jadi yang paling mencolok dari ketiganya. Meluncur Juni 2021, ponsel ini dibekali baterai 7.000 mAh dengan fast charging 25W, layar Super AMOLED Plus 6,7 inci resolusi Full HD+, chipset Exynos 9825, RAM 8GB, dan memori internal 256GB. Konfigurasi kamera belakangnya quad setup, dipimpin lensa utama 64MP. Monster daya tahan, bukan istilah berlebihan. Harga pasaran saat ini berkisar Rp4,1 juta hingga Rp4,8 juta, bukan angka yang ringan, tapi sebanding kalau kapasitas baterainya yang hampir tidak ada tandingan di kelasnya jadi pertimbangan.
Melengkapi daftar, Samsung Galaxy A55 5G dan Samsung Galaxy M34 5G sama-sama mengusung konektivitas 5G yang kian relevan, khususnya bagi pengguna yang bergantung pada latensi rendah saat terjun ke arena game online kompetitif.
Kontras antara dua kabar ini cukup bicara soal dilema klasik Samsung. Tekanan untuk terus berinovasi di kelas ultra premium selalu membawa risiko tersendiri. Kalau data pasar Indonesia yang sensitif harga bisa dipercaya, justru lini mid-range dengan spesifikasi fungsional kerap lebih mudah diterima. Pertanyaannya, berapa lama segmen atas bisa terus membenarkan harganya jika masalah seperti ini terus muncul? Bagi yang mengikuti saham Samsung Electronics maupun distributor lokalnya, dinamika ini layak dicermati.