SELASA, 20 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Galaxy S26 FE dan S26 Ultra: Dua Kelas, Sa...

Tekno

Samsung Galaxy S26 FE dan S26 Ultra: Dua Kelas, Satu Ambisi

Galaxy S26 Ultra dinobatkan sebagai HP Android terlaris di dunia kuartal II 2026, sementara S26 FE siap masuk Indonesia dengan diskon Rp500 ribu lewat program Reservation+.

Samsung S26 Ultra Jadi HP Android Terlaris di Dunia, Ini Harganya Sekarang

Sepanjang kuartal II 2026, Samsung membuktikan bahwa kelas ultra-premium bukan lagi sekadar gengsi. Galaxy S26 Ultra resmi dinobatkan sebagai smartphone Android paling laris di dunia periode April hingga Juni, berdasarkan laporan Counterpoint Research, mengalahkan deretan ponsel kelas menengah yang selama ini mendominasi daftar tersebut.

Bukan pencapaian kecil. Setahun sebelumnya, Galaxy S25 Ultra hanya nongkrong di peringkat sembilan. S26 Ultra melompat lima tangga, bertengger di posisi keempat, dan menjadi satu-satunya perangkat Android yang menembus tiga besar di luar dominasi Apple. Sejarah baru, memang.

Apa yang bikin S26 Ultra seperkasa itu? Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy berpadu dengan RAM 12 GB dan pilihan storage hingga 1 TB. Layarnya berukuran 6,9 inci Dynamic AMOLED 2X dengan resolusi QHD Plus, kecerahan puncak 2.600 nits, dan fitur Privacy Display yang memblokir pandangan dari sudut samping. Kamera belakangnya empat lensa: sensor utama 200 MP, ultrawide 50 MP, dua telefoto masing-masing 50 MP dan 10 MP. Baterai 5.000 mAh dengan pengisian 60 watt, jauh lebih kencang ketimbang varian regulernya. Di Indonesia, S26 Ultra tersedia dalam empat warna: Cobalt Violet, White, Black, dan Sky Blue.

Sementara sang "kakak" sedang pesta kemenangan, Samsung diam-diam menyiapkan lini yang menyasar segmen berbeda. Galaxy S26 FE segera masuk Indonesia, dan Samsung sudah membuka program Reservation+ mulai 1 hingga 10 September 2026. Cukup bayar Rp100 ribu, konsumen bisa mengantongi potongan Rp500 ribu. Harga resminya belum diumumkan, tapi sinyal diskon sejak dini agaknya mengisyaratkan angka yang tidak akan ramah di kantong.

Naik kelas soal performa, itu pasti. Chipset S26 FE kini Exynos 2500, fabrikasi 3nm GAA, dengan clock speed sampai 3,3 GHz dan GPU Samsung Xclipse 950 berbasis AMD RDNA 3. Klaim Samsung: pemrosesan grafis 24% lebih kencang dan kemampuan AI 51% lebih tangguh dibanding generasi sebelumnya. Chipset ini menangani beban AI hingga 59 triliun operasi per detik. Bukan angka main-main untuk perangkat yang bukan flagship penuh.

Menarik juga melihat angle Samsung Indonesia soal fitur kamera. Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebut data internal Samsung menunjukkan pengguna Galaxy S25 FE paling aktif memakai kamera depan dibandingkan segmen Galaxy S lainnya, yaitu 53,8 persen untuk foto dan 21,3 persen untuk video. "Kami melihat pengguna Galaxy S25 FE paling sering memotret dan merekam lewat kamera depan dibandingkan pengguna Galaxy S lainnya, yaitu sebanyak 53,8 persen digunakan untuk foto dan 21,3 persen untuk video. Mereka juga paling banyak memakai Photo Assist untuk mengedit foto," kata Ilham dalam keterangan resminya. Dari data itulah lahir keputusan membawa fitur My FanCam ke S26 FE, yang sebelumnya hanya tersedia di seri Galaxy Z Fold8 dan Flip8. Fitur ini melacak subjek secara otomatis agar tetap terbingkai rapi di tengah layar.

S26 FE juga menjadi Galaxy S pertama yang menjalankan One UI 9 berbasis Android 17, dengan jaminan tujuh tahun pembaruan OS dan keamanan. Fitur Galaxy AI-nya lengkap: Now Brief dengan kartu personalisasi, Now Nudge yang kini mendukung lebih banyak aplikasi pihak ketiga, Circle to Search multi-objek, hingga Audio Eraser yang bisa aktif di YouTube, Netflix, dan Instagram.

Tapi ada beberapa catatan yang tidak bisa diabaikan. Baterai 4.900 mAh terasa kurang ambisius di era ponsel 6.000 mAh. Pengisian 45 watt cukup untuk keseharian, tapi sejumlah pesaing di kelas harga serupa sudah melampaui angka 60 watt. Sensor sidik jari masih optik, bukan ultrasonik. USB-nya mundur ke 2.0. Dan desain bezel bawah yang lebih tebal dari sisi lainnya terasa tanggung untuk perangkat seharga ini. Kalau data ini bisa dipercaya, S26 FE memang perangkat yang sedikit maju di satu sisi, tapi mengorbankan hal lain.

Pertanyaannya sederhana: untuk siapa perangkat ini tepat? Bagi yang sudah punya S25 FE dan berencana upgrade, kenaikan performa AI dan fitur kamera mungkin belum cukup meyakinkan. Tapi bagi yang sedang mencari titik tengah antara lini Galaxy A dan Galaxy S, dengan jaminan software tujuh tahun dan ekosistem AI yang terus tumbuh, S26 FE masih punya argumen yang solid.