Samsung akhirnya turun ke segmen yang selama ini agak terabaikan oleh lini Galaxy Book-nya: laptop tipis kelas menengah dengan daya tahan baterai yang tidak main-main.
Varian baru Galaxy Book6 ini mengandalkan prosesor Intel Core 3 atau Core 5 dari keluarga Wildcat Lake, berbeda dari saudaranya yang sudah lebih dulu beredar dengan Core Ultra 5 dan Core Ultra 7. Pilihan prosesor yang lebih rendah bukan semata soal efisiensi biaya. Ini juga soal posisi pasar. Samsung agaknya ingin mengisi celah antara laptop mainstream biasa dan flagship premium mereka yang harganya bisa bikin dompet menangis.
Bandrol mulai $799, atau sekitar Rp13 jutaan di pasar global. Di Indonesia angkanya bisa sedikit berbeda, tapi kisaran Rp14 jutaan untuk konfigurasi tertentu tampaknya paling relevan untuk pasar lokal.
Layarnya tidak mengecewakan untuk kelasnya. Panel LCD 14 inci beresolusi 1920x1200 piksel, rasio 16:10, kecerahan 350 nits, lapisan anti-reflektif. Bukan OLED yang bikin warna meledak, tapi cukup untuk seharian kerja tanpa sakit mata, bahkan di ruangan yang cukup terang. Nyaman. Titik.
Jualan sesungguhnya ada di baterai. Samsung membekali laptop ini dengan sel 61,2 Wh yang diklaim bertahan hingga 25 jam sekali cas. Angka yang patut dicermati, karena 25 jam biasanya lahir dari skenario ideal: kecerahan rendah, beban kerja minimal. Dalam penggunaan nyata angka itu akan susut, tapi kalau separuhnya saja terpenuhi sudah lebih dari cukup untuk hari kerja penuh tanpa berburu colokan. Charger USB-C 45W bawaannya mampu mengisi 33 persen kapasitas dalam 30 menit, cukup responsif untuk ukuran baterai sebesar itu.
Dari sisi AI, laptop ini dilengkapi Intel NPU berkemampuan hingga 15 TOPS. Tidak setinggi chip kelas atas yang bisa menembus 40-48 TOPS, tapi sudah masuk kategori AI PC secara teknis. Fitur Galaxy AI yang dibawa mencakup AI Select, AI Cut Out, dan Note Assist, tiga alat yang lebih ke arah produktivitas sehari-hari ketimbang tugas komputasi berat.
Konfigurasi memori tersedia dalam pilihan RAM LPDDR5X 8GB atau 16GB, dengan storage SSD mulai 256GB sampai 1TB. Konektivitas juga komplet: dua port USB-C, satu USB-A, HDMI 1.4, Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.4, dan jack audio 3,5 mm. Bodi setebal 15,7 mm dengan bobot 1,35 kg, masih nyaman masuk tas kerja harian.
Webcam 2MP dengan dukungan video 1080p dan speaker stereo Dolby Atmos melengkapi paket ini. Sistem operasi Windows 11 Home atau Pro versi 25H2, tergantung konfigurasi yang dipilih.
Tersedia dalam dua warna: Violet Silver dan Gray. Ketersediaan spesifik di masing-masing negara bisa bervariasi.
Pertanyaannya kemudian sederhana: di segmen Rp13-14 jutaan, siapa yang paling terganggu dengan kehadiran Galaxy Book6 ini?