Dua kuartal lalu, Galaxy A26 5G masih jadi rekomendasi aman di kelas menengah Samsung. Kini penggantinya datang dengan klaim performa lebih gahar, tapi membawa daftar kompromi yang terlalu panjang untuk diabaikan.
Perubahan paling substantif ada di dapur pacu. Samsung mengganti otak Galaxy A27 5G dengan Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3, meninggalkan Exynos 1380 yang dipakai pendahulunya. Fabrikasi 4nm dengan GPU Adreno 710 secara teori menghasilkan efisiensi lebih baik. Klaim Samsung soal ketahanan video playback hingga 23 jam, naik dari 17 jam di Galaxy A26 5G dengan kapasitas baterai identik 5.000mAh, setidaknya menunjukkan chipset baru ini bekerja lebih hemat daya. Angka yang patut dicermati, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya di kondisi pemakaian nyata.
Dari sisi tampilan, Samsung menyematkan panel Infinity-O dengan desain punch hole yang lebih modern ketimbang notch generasi sebelumnya. Rangka samping datar, bingkai kapsul untuk modul kamera, dan pilihan warna Light Pink, Blue, serta Black dengan panel belakang kaca berkilap menjadikan tampilannya terasa lebih premium dari harganya. Corning Gorilla Glass Victus+ melapisi panel depan dan belakang. Bobot 200 gram dengan ketebalan 7,8mm masih proporsional untuk segmen ini.
Satu senjata utama Samsung di sini agaknya adalah software. Galaxy A27 5G langsung jalan di One UI 8.5 berbasis Android 16, membawa fitur AI berlabel Awesome Intelligence yang mencakup Circle to Search, Object Eraser, dan Voice Transcription. Bixby generasi baru diklaim lebih mampu memahami percakapan sehari-hari. Lebih jauh, Samsung berkomitmen mendukung perangkat ini hingga 2032 dengan enam kali pembaruan Android dan patch keamanan. Untuk kelas menengah, jaminan ini bukan hal kecil.
Namun di sinilah daftar komprominya mulai menggigit. Varian 128GB kini dipasangkan RAM 6GB, turun dari 8GB di generasi sebelumnya. Bluetooth yang disematkan masih versi 5.1, padahal Galaxy A26 5G sudah lebih dulu pakai Bluetooth 5.4. Sertifikasi ketahanan air juga mundur dari IP67 menjadi IP64. Perlindungan penuh terhadap perendaman tidak lagi ada di sini.
Sektor kamera ikut kena pangkas. Lensa ultrawide amblas dari 8MP ke 5MP, kamera depan dari 13MP ke 12MP, dan slow motion terpotong dari 480fps menjadi 240fps. Bukan perubahan yang langsung terasa di pemakaian kasual, tapi bagi yang gemar mengabadikan momen bergerak dengan detail tinggi, ini bisa jadi pertimbangan serius.
Soal audio, Galaxy A27 5G hanya mengandalkan speaker tunggal meski dibanderol di atas Rp5 juta. Untuk konten kasual dan panggilan telepon masih mencukupi, tapi output stereo yang kian jadi standar di kelas ini justru absen. Ditambah tidak adanya jack audio 3,5mm, pengguna harus siapkan bujet ekstra untuk aksesori USB-C atau beralih ke perangkat nirkabel sepenuhnya.
Pertanyaannya, untuk siapa Galaxy A27 5G ini dibuat? Kalau prioritas utama kamu performa chipset, jaminan software jangka panjang, dan desain yang lebih segar, ini pilihan yang masuk akal. Tapi kalau kamu pengguna Galaxy A26 5G yang sedang mempertimbangkan upgrade, hitung ulang dulu. Beberapa hal yang kamu nikmati sekarang tidak akan kamu temukan di sini.