Pasar kripto kompak terkoreksi tajam pada Selasa setelah Strategy (MSTR), perusahaan pemegang bitcoin terbesar di dunia, mengumumkan penjualan sebagian kecil cadangan BTC miliknya. Langkah yang agaknya terkesan sepele, tapi cukup untuk membakar sentimen negatif di seluruh ekosistem aset digital.
Saham MSTR ditutup ambles lebih dari 9% ke level US$136,08. Pelemahan ini bukan insiden tunggal. Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham perusahaan pimpinan Michael Saylor itu sudah tergerus hampir 15%, dan sepanjang bulan berjalan sudah lebih dari 23%. Posisi saat ini pun masih lebih dari 70% di bawah puncak 52 minggu yang sempat menyentuh US$457,22.
Yang bikin pasar mengernyitkan dahi: Strategy hanya melepas 32 BTC senilai sekitar US$2,5 juta. Bukan angka yang menggetarkan, mengingat total kepemilikan bitcoin perusahaan ini bernilai lebih dari US$56 miliar. Saylor sendiri sebelumnya sudah mengisyaratkan kemungkinan penjualan ini, tapi pasar tetap merespons seolah ada yang perlu dikhawatirkan. Entah kebetulan atau tidak, timing penjualan ini bertepatan dengan kondisi bitcoin yang memang sedang rapuh.
Harga bitcoin turun sekitar 5,8% dalam 24 jam ke kisaran US$67.288, menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir. Dari rekor tertingginya di US$126.080, bitcoin kini sudah merosot lebih dari 46%. Separuh lebih nilainya menguap.
Tekanan tak berhenti di MSTR. Saham bursa kripto Coinbase (COIN) ikut terkoreksi lebih dari 4,5% ke US$173,99, melanjutkan tren penurunan yang sudah lebih dari 23% sepanjang tahun ini. Ironisnya, analis Compass Point justru mempertahankan target harga COIN di US$140, yang artinya masih mengindikasikan potensi penurunan sekitar 19% lagi dari posisi saat ini. Setidaknya itu klaim analis, angka yang patut dicermati pasar.
Saham-saham kripto berkapitalisasi lebih kecil pun ikut terhajar. BitMine Immersion Technologies (BMNR) amblas 4,62% ke US$17,98, SharpLink Gaming (SBET) terkoreksi 6,14% ke US$5,81. Penambang bitcoin CleanSpark (CLSK) dihajar 6,5% ke US$17,58. Fold (FLD) merosot 8,4% ke US$0,87. Semua kompak merah.
Berlawanan arah dengan kepanikan itu, analis TD Cowen tetap mempertahankan target harga MSTR di US$400 per saham, hampir tiga kali lipat dari harga penutupan terakhir. Apakah itu keyakinan berbasis fundamental atau optimisme yang dipaksakan, bisa jadi jawabannya baru kelihatan beberapa kuartal lagi.