Saham PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) langsung terkunci Auto Reject Bawah (ARB) sejak bel pembukaan Selasa (30/6/2026), ambles 14,78 persen ke level Rp1.585 dari harga pembukaan Rp1.860, setelah kabar pengunduran diri Mu'min Ali Gunawan dari kursi Presiden Komisaris mencuat ke publik.
Surat pengunduran diri konglomerat 87 tahun itu diterima perseroan pada 26 Juni 2026, menurut catatan EmitenNews, secara fisik diterima pada 29 Juni 2026, dan disampaikan ke publik lewat keterbukaan informasi hari ini. Efektivitasnya masih menunggu persetujuan OJK dan disahkan lewat RUPS, yang jadwalnya belum diumumkan. Agak ironis: PANS baru saja menggelar RUPST pada 19 Juni lalu, sebelas hari sebelum surat mundur itu masuk.
Corporate Secretary PANS Prama Nugraha mengonfirmasi, setelah persetujuan OJK turun, RUPS akan digelar dengan dua agenda sekaligus, mengesahkan mundurnya Mu'min dan mengangkat Presiden Komisaris baru.
Manajemen bergegas menenangkan pasar. Pengunduran diri ini, menurut mereka, tidak berdampak pada kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Pasar agaknya punya pendapat berbeda, setidaknya hari ini.
Mu'min Ali Gunawan bukan sekadar nama di struktur komisaris. Pria kelahiran Jember, 13 Maret 1939, ini salah satu arsitek utama Grup Panin sejak era 1970-an. Pada 1971 dia sudah duduk sebagai Direktur Panin Bank, lalu pada 1989 kembali ke orbit Panin lewat jabatan Vice President Commissioner Panin Sekuritasindo, nama lama PANS, sebelum naik ke kursi Presiden Komisaris pada 1991. Lebih dari tiga dekade di pucuk dewan komisaris. Tidak mudah diisi semalam.
Jauh sebelum itu, Mu'min tercatat sebagai salah satu pendiri tiga bank yang kemudian melebur menjadi cikal bakal Panin Bank pada 1971, dan sempat menjabat Wakil Presiden Direktur PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN). Portofolio jabatannya hari ini masih panjang: Presiden Komisaris PT Panin Financial Tbk. (PNLF), Presiden Komisaris Paninvest, Presiden Komisaris Clipan Finance Indonesia, Presiden Komisaris Panin Dai-ichi Life, hingga Vice President Commissioner Asuransi Multi Artha Guna.
Bersama Gunadi Gunawan, Muljadi Koesumo, dan Tidjan Ananto, Mu'min secara kolektif mengendalikan 46,04 persen saham PNLF per Maret 2022. Kekayaan pribadinya pernah diestimasi Globe Asia pada 2018 senilai US$1,3 miliar. Angka yang tidak main-main, bahkan untuk ukuran konglomerat kakap.
Pertanyaannya sekarang sederhana: siapa penggantinya? Mundurnya tokoh sekaliber founder dari struktur governance sebuah emiten hampir selalu meninggalkan kekosongan yang tidak bisa ditambal hanya dengan menukar nama di papan komisaris, seberapa kompeten pun kandidatnya.