Rp1.425. Itu harga NISP saat sesi pertama perdagangan Kamis (9/4/2026), anjlok 5,32% dari posisi sebelumnya.
Bukan angka kecil untuk saham yang selama ini nempel di portofolio Lo Kheng Hong, investor kawakan yang reputasinya dibangun dari kesabaran dan keyakinan pada fundamental.
Sepanjang sesi pagi, 15,74 juta lembar saham NISP berpindah tangan lewat 2.352 kali transaksi. Nilai totalnya Rp22,7 miliar. Likuiditas tidak sepi, tapi arahnya satu: turun.
Waktunya agaknya bukan kebetulan. Pada hari yang sama PT Bank OCBC NISP Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB. Agenda yang paling ditunggu pelaku pasar, tentu saja, soal dividen.
Koreksi tajam di hari RUPST kerap dibaca sebagai antisipasi cum date yang akan segera menyusul. Begitu dividen diumumkan dan tanggal pencatatan ditetapkan, sebagian investor memilih cabut lebih awal daripada nyangkut di harga yang sudah terpricing. Pola klasik.
Pertanyaannya, apakah koreksi NISP hari ini murni refleks pasar atas ekspektasi dividen atau ada faktor lain yang bermain? Jawabnya bisa jadi baru terang setelah hasil RUPST resmi dirilis. Satu hal yang cukup pasti: bagi pemegang saham jangka panjang sekaliber Lo Kheng Hong, fluktuasi satu sesi jarang mengubah tesis investasi.