SABTU, 26 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Saham Meta Melesat 36 Persen, Muse Jadi Bahan Baka...

Bisnis

Saham Meta Melesat 36 Persen, Muse Jadi Bahan Bakarnya

Lonjakan saham Meta sepanjang September 2026 membawa valuasi perusahaan mendekati 2 triliun dollar AS, didorong sukses besar aplikasi AI Muse yang mengalahkan rekor unduhan awal ChatGPT.

Saham Meta Melonjak 36 Persen, Dekati Valuasi 2 Triliun Dollar AS

Enam minggu lalu, saham Meta Platforms masih terpuruk 18 persen sepanjang tahun dan masuk daftar 50 saham dengan kinerja terburuk di S&P 500. Kini ceritanya berbeda 180 derajat: sepanjang September 2026, saham induk Facebook itu melonjak 36 persen dan mendekati kelompok eksklusif perusahaan bervaluasi di atas 2 triliun dollar AS, atau sekitar Rp32.800 triliun dengan kurs terkini.

Faktor tunggal terbesar di balik pembalikan ini adalah Muse. Asisten AI personal yang diluncurkan Meta itu bukan sekadar meramaikan pasar aplikasi, melainkan langsung mendominasinya. Data riset Apptopia mencatat, dalam 12 hari pertama peluncuran di Amerika Serikat dan Kanada, Muse diunduh 1,8 juta kali di iOS, mengungguli pencapaian awal ChatGPT yang "hanya" 1,3 juta unduhan dalam periode yang sama. Secara global lintas platform, instalasi Muse menembus 2,8 juta dalam kurang dari dua minggu. Cukup untuk mendongkrak aplikasi itu ke posisi teratas App Store AS.

Kunci akselerasi itu agaknya bukan semata kualitas produk, tapi mesin distribusi Meta yang tidak dimiliki siapapun. Mayoritas pengguna Muse ternyata sudah lebih dulu aktif di Facebook dan Instagram. Integrasi dengan WhatsApp memperluas jangkauan lebih jauh, persis seperti playbook yang dipakai Meta saat meluncurkan Threads. Bedanya, traksi Muse lebih cepat dan dampak ke pasar modal jauh lebih terasa.

Bagi investor, kehadiran Muse menjawab pertanyaan yang sudah menggantung selama setahun lebih: apakah miliaran dollar yang dibakar Meta untuk AI akan menghasilkan sesuatu yang konkret? Rob Biederman, salah satu pendiri sekaligus managing partner Asymmetric Capital Partners, menyebut Muse sebagai validasi nyata strategi AI Meta, setelah saham perusahaan pada dasarnya bergerak datar karena pasar tidak tahu apakah AI bakal jadi katalis positif atau justru beban. Biederman bahkan melihat agen AI berpotensi menjadi pintu utama bagi jutaan orang untuk mengakses internet, posisi yang akan semakin mengokohkan Meta.

Pemulihan saham ini sebenarnya dimulai lebih awal, sebelum Muse resmi diluncurkan. Akhir Agustus lalu, Meta menyepakati pembayaran hingga 18 miliar dollar AS untuk menyelesaikan serangkaian gugatan hukum terkait bisnis media sosialnya. Penyelesaian itu menghapus salah satu "hantu" yang paling sering disebut analis sebagai penekan valuasi. Sejak pertengahan Agustus hingga sekarang, saham Meta sudah naik 43 persen dan bertengger sebagai saham dengan kinerja terbaik ketiga di S&P 500.

Meta juga mulai mengeksplorasi jalur monetisasi Muse di luar iklan. Perusahaan mengumumkan kemitraan dengan Maplebear Inc., induk Instacart, untuk penjualan bahan makanan via Muse, serta kerja sama dengan Expedia untuk segmen travel. Di sebuah acara Rabu pekan ini, Meta memperkenalkan perangkat seukuran telapak tangan untuk mengakses Muse dan versi baru kacamata pintar tanpa kamera. Respons analis positif. Doug Anmuth dari JPMorgan menaikkan rekomendasi dari netral ke overweight pada 10 September, dengan argumen bahwa Meta baru berada di tahap awal peluncuran model AI terdepan di luar bisnis periklanan yang selama ini jadi tulang punggungnya.

Tapi ada sisi lain yang perlu dicermati. Belanja modal Meta diproyeksikan hampir menyentuh 140 miliar dollar AS tahun ini, dua kali lipat dari 70 miliar dollar AS pada 2025. Angka itu diperkirakan terus membengkak ke 197 miliar dollar AS di 2027 dan 215 miliar dollar AS di 2028. Konsekuensinya, arus kas bebas Meta yang tahun lalu positif 46 miliar dollar AS kini diperkirakan negatif 6,4 miliar dollar AS di 2026 dan makin dalam ke negatif 29,2 miliar dollar AS tahun depan. Pertumbuhan laba yang diproyeksikan melambat dari 33 persen tahun ini menjadi hanya 9 persen di 2027. Klaim yang, kalau data ini bisa dipercaya, masih perlu dibuktikan.

Secara valuasi, saham Meta kini diperdagangkan di kisaran 21 kali estimasi laba 12 bulan ke depan, naik dari bawah 14 kali di Juni lalu, tapi masih sedikit di bawah rata-rata Nasdaq 100 yang sekitar 22 kali. Lebih dari 90 persen analis Bloomberg memberikan rekomendasi beli, namun harga saat ini sudah berada di kisaran rata-rata target harga konsensus. Ruang kenaikan berikutnya mulai terasa lebih sempit.

Brandmark Pizzurro dari GuideStone Funds, yang turut mengelola aset 29 miliar dollar AS sebagai chief investment officer, mengingatkan bahwa sentimen terhadap perusahaan teknologi besar bisa berubah sesering model AI baru dirilis. Muse memberikan dorongan nyata, tapi standar untuk membuat investor terkesan terus naik. Pertanyaannya bukan lagi apakah Meta bisa berinovasi, melainkan apakah inovasi berikutnya datang sebelum tagihan capex jatuh tempo.