MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Rupiah Perkasa di Akhir Pekan, IHSG Parkir di 5.92...

Finansial

Rupiah Perkasa di Akhir Pekan, IHSG Parkir di 5.924

Rupiah menguat 0,35% ke Rp18.065 per dolar AS pada penutupan Jumat, memimpin penguatan mata uang Asia. IHSG ikut naik tipis 0,20% meski sinyal teknikal masih campuran.

Indonesian Rupiah & Stocks Weakened in November as Markets Await Fed Decision amid Global Uncertainties | Indonesia Investments

Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia Pasifik pada perdagangan Jumat (10/7), menguat 63 poin atau 0,35% ke level Rp18.065 per dolar AS. Bukan kenaikan kecil, apalagi di tengah sesi di mana mayoritas mata uang kawasan memang kompak naik terhadap dolar. Yang menarik: rupiah, yang biasanya tertinggal, justru memimpin.

Yuan China menyusul di posisi kedua dengan penguatan 0,19%, diikuti ringgit Malaysia sebesar 0,18%. Tapi jangan terlalu cepat bersorak. Sejak awal tahun, rupiah masih tergerus 8,30% terhadap dolar AS. Penguatan akhir pekan ini agaknya lebih bersifat teknikal, ikut momentum regional, bukan cerminan fundamental yang sudah membaik.

IHSG ikut terangkat. Indeks ditutup naik 0,20% atau 11,92 poin ke level 5.924,36, setelah sempat tergelincir ke 5.887,84 di sesi perdagangan. Sebanyak 365 saham naik, 243 turun, 182 stagnan. Total nilai transaksi menyentuh Rp8,86 triliun, terdiri dari Rp7,55 triliun di pasar reguler dan Rp1,31 triliun di pasar negosiasi.

Dua big cap perbankan kembali mendominasi nilai transaksi harian. BBCA membukukan transaksi Rp852 miliar, BBRI Rp402 miliar. Keduanya bergerak berlawanan arah: BBCA melemah 0,40%, BBRI menguat 0,36%. Bisa jadi rotasi kecil dari investor yang melepas BBCA masuk ke BBRI, meski dalam skala harian ini sulit dibaca terlalu jauh.

Dari sisi teknikal, analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG sudah kembali bertengger di atas MA5 dan MA10, positif untuk jangka pendek. Namun indeks masih tertahan di bawah MA20. Stochastic RSI mencatat death cross, histogram MACD masih di zona positif. Sinyal belum satu arah. Phintraco memperkirakan IHSG masih akan bergerak sideways di kisaran 5.800-6.000 sepanjang pekan depan.

Di regional, KOSPI Korea memimpin dengan lonjakan 2,52%, NIFTY India menguat 1,03%. Momentum itulah yang lebih masuk akal sebagai bahan bakar kenaikan tipis IHSG hari ini, bukan katalis dari dalam negeri.

Satu pekan yang ditutup dengan nada positif, memang. Tapi dengan rupiah yang masih minus 8,30% sejak Januari dan IHSG yang belum berhasil menembus MA20, pelaku pasar sebaiknya tidak buru-buru lega.