SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Rupiah Nyaris Jalan di Tempat Sepekan, Sentimen De...

Finansial

Rupiah Nyaris Jalan di Tempat Sepekan, Sentimen Destry Jadi Penyeimbang

Rupiah ditutup menguat tipis ke Rp17.693 per dolar AS pada Jumat (28/8), namun dalam sepekan penuh mata uang ini hanya bergerak 1 poin. Pergantian Gubernur BI jadi variabel baru yang diperhatikan pasar.

Rupiah Bergerak Terbatas di Pekan Ini

Satu poin. Itu saja jarak yang ditempuh rupiah dalam sepekan penuh perdagangan, dari Rp17.694 ke Rp17.693 per dolar AS. Pergerakan yang nyaris tak terasa kalau tidak dicermati dengan saksama.

Pada penutupan Jumat (28/8), rupiah mencatat penguatan harian yang lebih berarti: 51 poin atau 0,29% dari posisi Rp17.744 per dolar AS. Kurs JISDOR Bank Indonesia ikut bergerak searah, menguat ke Rp17.703 dari Rp17.762 per dolar AS. Tapi kalau ditarik ke skala mingguan, gambaran besarnya berbeda. Rupiah hampir tidak kemana-mana.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi membaca kondisi ini sebagai cerminan dua kekuatan yang saling menarik. Dolar AS memang sedang dalam tekanan, namun premi risiko Indonesia meningkat, membatasi ruang apresiasi rupiah lebih jauh. Keseimbangan dua gaya itulah yang membuat grafik rupiah terlihat mendatar sepanjang pekan.

Ada variabel domestik yang mulai masuk radar pasar: pergantian pucuk pimpinan Bank Indonesia. Komisi XI DPR RI melalui rapat internal menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI terpilih untuk periode 2026-2031, menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 25 Juli 2026. Aida S. Budiman sekaligus disetujui mengisi posisi Deputi Gubernur Senior yang sebelumnya ditempati Destry.

Pernyataan Destry dalam proses uji kelayakan di Komisi XI agaknya cukup menenangkan pasar, setidaknya untuk jangka pendek. Ia menegaskan bahwa sinergi yang lebih erat dengan pemerintah tidak akan menggerus independensi dan kredibilitas bank sentral. Bauran kebijakan serta pendalaman pasar uang dan valas pun ia sebut sebagai instrumen utama menjaga stabilitas rupiah. Bak gayung bersambut, pasar langsung merespons.

Muhammad Amru Syifa dari Research and Development ICDX menyebut pernyataan Destry sebagai salah satu faktor yang menopang penguatan rupiah hari ini. "Destry juga menekankan pentingnya bauran kebijakan serta pendalaman pasar uang dan valas untuk menjaga stabilitas rupiah," katanya, dikutip dari Antara, Jumat (28/8).

Klaim yang masih perlu dibuktikan dalam praktik. Independensi bank sentral bukan soal pernyataan, melainkan soal keputusan suku bunga dan intervensi di lapangan nanti. Tapi untuk saat ini, kepastian siapa yang duduk di kursi Gubernur BI sudah cukup untuk mengurangi satu lapis ketidakpastian yang menggantung di pasar. Pertanyaannya, berapa lama efek ini bertahan?

Rupiah masih bertengger di kisaran Rp17.600-an, jauh dari level psikologis Rp16.000 yang kini terasa seperti kenangan dari era berbeda. Tekanan struktural pada mata uang ini, dengan atau tanpa sentimen pergantian gubernur, belum pergi ke mana-mana.