RABU, 14 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Rupiah Makin Tertekan, Mendekati Rp17.900 per Dola...

Finansial

Rupiah Makin Tertekan, Mendekati Rp17.900 per Dolar AS

Rupiah melemah mendekati level Rp17.900 per dolar AS di akhir pekan, dengan pelemahan mingguan hampir 1% yang mencerminkan tekanan eksternal yang belum mereda.

Tekanan Rupiah Menguat, Risiko Ekonomi RI di Tengah Sentimen Global

Rupiah tidak bisa menahan tekanan. Di pasar spot, mata uang domestik ditutup melemah 0,20% secara harian ke Rp17.881 per dolar AS pada Jumat (29/5), berdasarkan data Bloomberg, dan hampir menyentuh level psikologis Rp17.900 yang sempat ditembus sehari sebelumnya.

Satu hari lebih awal, Kamis, rupiah sempat tembus Rp17.900 sebelum ditutup di Rp17.845 per dolar AS. Entah kebetulan atau tidak, 17845 persis angka 17 Agustus 1945. Pasar bisa saja membacanya sebagai simbol tersendiri, tapi yang jelas, angkanya nyata dan pelemahannya juga nyata.

Dalam sepekan, koreksinya tidak kecil. Dihitung dari Rp17.717 per dolar AS pada Jumat (22/5), rupiah tergerus 0,91% di pasar spot. Data Jisdor Bank Indonesia senada: melemah 0,52% secara harian ke Rp17.883, atau amblas 0,93% dalam tujuh hari.

Dua angka, dua metodologi, satu kesimpulan: tren pelemahan masih berlanjut. Bukan koreksi sesaat.

Dorongan utamanya? Sentimen global yang masih bergejolak. Dolar AS menguat terhadap mata uang emerging market seiring kekhawatiran fiskal Amerika Serikat dan ketidakpastian arah suku bunga The Fed. Rupiah, seperti rekan-rekannya di Asia Tenggara, ikut terseret arus, agaknya belum ada katalis yang cukup kuat untuk membalik arah.

Pertanyaannya sekarang: apakah Rp17.900 hanya akan jadi angka yang disinggahi, atau bakal menjadi lantai baru yang diuji berulang kali?