Rupiah pagi ini bermain di tepian. Pada perdagangan Kamis (2/7/2026), nilai tukar berada di kisaran Rp 17.978 hingga Rp 17.986 per dolar AS, hanya selangkah dari angka psikologis Rp 18.000 yang sudah lama menghantui pelaku pasar.
Malam ini ada katalis besar. Data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk Juni 2026 dijadwalkan rilis, dengan konsensus pasar memperkirakan penambahan sekitar 110 ribu lapangan kerja. Angka itu langsung terhubung ke ekspektasi kebijakan moneter The Fed, yang kini menjadi biang keladi pelemahan rupiah beberapa hari terakhir. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun sudah melonjak dari 4,36 persen ke 4,49 persen hanya dalam sehari, sinyal bahwa pasar mulai memasang harga untuk suku bunga lebih tinggi.
Lukman Leong, analis dari Doo Financial Futures, menyebut probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sudah mencapai 85 persen, dengan skenario paling cepat terjadi pada September 2026 dan paling lambat Desember tahun ini. "Rupiah diperkirakan masih tertekan dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed yang meningkat menjelang rilis data pekerjaan AS NFP malam ini," ungkap Lukman. Sentimen domestik, tambahnya, belum cukup kuat untuk melawan arus jual dari investor asing.
Yang agaknya membuat situasi ini lebih kompleks: dolar AS sebetulnya tidak sedang perkasa secara global. Mata uang Paman Sam justru melemah terhadap hampir semua mata uang utama, termasuk yen Jepang, euro, pound sterling, dolar Australia, dolar Singapura, hingga yuan China. Pelemahan terhadap euro dan pound sterling bahkan cukup tajam, masing-masing 0,9 persen. Bukan cerita tentang dolar yang mengamuk. Ini cerita tentang rupiah yang memang sedang rentan.
Selama sentimen domestik tidak memberi alasan untuk masuk, arus keluar modal dari aset rupiah agaknya akan bertahan. Tekanan jual asing yang belum mereda, kalau data NFP malam ini keluar di atas ekspektasi, bisa menjadi pemicu yang cukup untuk mendorong rupiah melewati batas yang selama ini dijaga.
Lukman mematok kisaran pergerakan rupiah hari ini di Rp 17.900 hingga Rp 18.050 per dolar AS. Batas atas kisaran itu, kalau tembus, bukan angka yang enak dilihat. Semuanya kembali ke malam ini.