JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Rugi Rp2 Miliar, Bobby Tince Tutup Travel Umrah da...

Tekno

Rugi Rp2 Miliar, Bobby Tince Tutup Travel Umrah dan Pindah ke Warung Nasi

Komedian Bobby Tince resmi melepas bisnis travel umrah dan haji setelah menanggung kerugian sekitar Rp2 miliar. Ia kini fokus membesarkan warung nasi di kaki Gunung Salak, Bogor.

Fokus Bobby Tince Usai Bisnis Travel Umrah Bangkrut dan Rugi Rp 2 M

Kerugian Rp2 miliar ternyata jadi titik balik. Bobby Tince, komedian dan pesinetron yang sempat terjun ke bisnis travel umrah dan haji, akhirnya memutuskan menutup usaha itu dan sepenuhnya beralih ke dunia kuliner.

Bisnis travel yang pernah dirintisnya sudah dialihkan ke pihak lain. Bobby mengaku tidak tahu persis siapa yang kini mengelolanya. "Jadi sekarang mungkin dipegang sama yang lain, saya nggak tahu sama siapa," katanya di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026). Tanggung jawab atas operasional, kata dia, sudah lepas dari tangannya.

Tapi bukan berarti ia putus total dari dunia per-umrah-an. Bobby masih buka pintu buat siapa pun yang mau konsultasi soal perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Baginya itu bukan sekadar layanan biasa. "Jadi kalau ada teman-teman yang konsultasi masalah per-umrah-an, tetap saya handle. Karena kan itu sama aja syiar secara nggak langsung ya. Nanya, 'Mas, oh ke biro apa, sama siapa,' ayo," jelasnya.

Perhatiannya kini tertuju penuh pada warung nasi di kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Bukan sekadar kalkulasi bisnis, ada alasan yang agaknya lebih personal. "Karena saya sekarang lagi fokus besarin warung saya, supaya saya juga bisa atur waktu sama (mantan) istri saya, anak saya. Sama warung bisa di wilayah yang sama. Kalau saya ikut travel kan saya harus pergi dari rumah, kadang berhari-hari gitu, anak nggak ada yang kontrol," ungkap Bobby.

Di sinilah letak bedanya. Warung nasi di lereng gunung itu memberi sesuatu yang tidak bisa dibeli dari omzet bisnis perjalanan: jarak yang sama antara dia dan anak-anaknya setiap hari. Dua hal itu sulit didapat ketika harus mondar-mandir ngurus jamaah lintas kota.

Peralihan dari bisnis bernilai miliaran ke warung nasi mungkin terdengar seperti langkah mundur. Bagi Bobby, bukan soal itu. Ini soal mana yang lebih masuk akal dikerjakan sekarang, dan keluarga ternyata masuk hitungan.