SENIN, 19 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  RTX 5090 Raib di Bandara, Harga Meledak: Satu Ming...

Tekno

RTX 5090 Raib di Bandara, Harga Meledak: Satu Minggu Kacau untuk GPU Flagship Nvidia

Nvidia bersikeras RTX 5090 tidak dihentikan produksinya, tapi stok menghilang dari rak peritel besar AS. Di Brasil, dua palet GPU senilai Rp7,5 miliar raib di bandara tanpa jejak.

PhoneBot, robot humanoid mungil dari UCLA yang menggunakan ponsel Android murah untuk penginderaan dan komputasi.

Dua palet Zotac RTX 5090 senilai sekitar US$470.000 atau setara R$2.500.000 raib di Bandara Internasional Guarulhos, São Paulo, tanpa jejak, tanpa penjelasan resmi. Distributor Brasil Oderço, perusahaan yang telah beroperasi 38 tahun dan mengaku belum pernah menghadapi kejadian serupa, akhirnya buka suara lewat Instagram setelah jalur komunikasi resmi buntu total.

Waktunya agaknya tidak bisa lebih buruk bagi Nvidia. Tepat saat kasus Oderço mulai viral, beredar rumor bahwa RTX 5090 sudah dihentikan produksinya, dengan chip GB202 dialihkan sepenuhnya untuk mengisi lini akselerator AI profesional yang jauh lebih mahal. Harga GPU gaming ini pun meledak: di Amazon, RTX 5090 kini dijual sekitar US$8.500 dari penjual pihak ketiga. Newegg mencantumkan sekitar US$7.300 dari penjual yang estimasi pengirimannya mengarah ke China.

Nvidia lantas angkat bicara. Jeff Fisher, Senior VP Personal Computing Nvidia, menyampaikan klarifikasi kepada media Taiwan usai acara RTX Spark Launch Party di Taipei pada 16 Oktober 2026. "Rantai pasok memang agak terbatas, tetapi NVIDIA melakukan segala upaya untuk menghadirkan produk ini ke pasar. Meski ada varian lain dari RTX 5090, produksinya tidak dihentikan, dan NVIDIA akan terus mengirimkan, yang mana ini sangat penting," ujar Fisher seperti dikutip 4Gamers. Pernyataan sekuat itu, sayangnya, tidak disertai konfirmasi tertulis resmi dari perusahaan. Tom's Hardware yang meminta respons langsung juga tidak mendapat jawaban.

Kenyataan di lapangan susah dibantah. Di marketplace resmi Nvidia, pencarian RTX 5090 tidak menghasilkan apa-apa. Kartu tertinggi yang bisa ditemukan kini adalah RTX 5080. Micro Center mencantumkan status "not carried" untuk GPU flagship Blackwell itu. Best Buy? Kosong. Di Indonesia, RTX 5090 masih bisa dilacak di marketplace lokal, tapi pilihannya tipis dan harganya berkisar antara Rp40 jutaan hingga Rp130 jutaan tergantung model, angka yang membuat sebagian calon pembeli urung sebelum sempat klik checkout.

Bagi Oderço, kondisi pasokan yang ketat justru memperparah situasi. Nilai R$2.500.000 yang hilang adalah biaya perolehan, bukan harga jual ritel. Dengan Zotac RTX 5090 dibanderol sekitar R$33.999 per unit di peritel Promotech Brasil, kerugian itu setara dengan setidaknya 63 unit GPU, dan bisa jadi lebih banyak. Perusahaan tidak merinci tanggal kedatangan kiriman maupun nomor pelacakan, sehingga penyelidikan sejauh ini tampak jalan di tempat.

Insiden seperti ini bukan anomali. Sudah ada preseden serupa: sekelompok pelaku pernah menabrak pengawal keamanan untuk membajak kiriman perangkat keras AI. Ada pula pencurian dua trailer berlogo Nvidia yang ternyata hanya berisi pasir. Di tingkat konsumen, modus membeli RTX 5090, mencabut GPU core dan modul memorinya, lalu mengembalikan "cangkang" ke penjual juga sudah pernah terjadi. Kiriman hardware mahal memang sasaran empuk di banyak titik distribusi. Bukan hal baru, tapi tetap menyakitkan.

Spekulasi soal arah Nvidia kian ramai. Ada teori bahwa chip GB202 kini diprioritaskan untuk RTX Pro, lini workstation yang menawarkan margin jauh lebih tebal. Kalau RTX 5090 benar-benar habis tanpa restok berarti, RTX 5080 jadi kartu GeForce tertinggi secara de facto, dan harganya sudah mulai terkerek: Newegg membanderolnya sekitar US$1.800. Di Reddit, pengguna sudah saling mengingatkan untuk beli sebelum harga makin tak terjangkau.

Rumor lain menyebut Nvidia sedang menyiapkan RTX 5080 Super berkapasitas 24GB sebagai pengganti jangka menengah, berpotensi mengorbankan RTX 5080 standar 16GB. Kalau memang hadir awal 2027, ini mengisyaratkan lini RTX 6000 masih cukup jauh. Faktor krisis RAM yang diperkirakan memburuk hingga 2028 juga disebut ikut membentuk strategi ini.

Pertanyaannya, apakah GPU gaming flagship masih punya masa depan yang cerah ketika Nvidia sedang ekspansi besar-besaran ke AI dan cloud? GeForce Now baru saja mendapat fitur Dynamic Multi Frame Generation hingga 4x via DLSS 4.5 untuk paket Ultimate, dan DLSS 5 datang dengan lompatan performa yang, kalau data ini bisa dipercaya, cukup besar. Bukan soal apakah Nvidia peduli pada segmen gaming, melainkan seberapa besar prioritas yang tersisa untuk segmen itu ketika margin AI dan cloud jauh lebih menggiurkan. Jawaban resminya belum ada dari Santa Clara.