Dua tahun belakangan, handheld gaming seolah berlomba adu performa prosesor. ROG Xbox Ally X20 yang baru saja diumumkan ASUS di Computex 2026 mengubah arah pertempuran itu, kali ini layar yang jadi senjata utamanya. Bukan chip.
Perangkat ini lahir dari dua alasan sekaligus: perayaan ulang tahun ke-20 lini Republic of Gamers, dan keinginan untuk mendorong lini Ally satu langkah lebih jauh dari ROG Xbox Ally X yang sudah ada. Perubahan paling kasat mata ada di panel layarnya. Untuk pertama kali di lini Ally, ASUS menyematkan layar OLED, ROG Nebula HDR Display berukuran 7,4 inci dengan refresh rate hingga 120Hz dan rentang VRR dari 30Hz. Peak brightness-nya 1.400 nits, naik drastis dari 500 nits milik generasi sebelumnya. Panel ini sudah mengantongi sertifikasi VESA DisplayHDR TrueBlack 1000 dan Dolby Vision, dilindungi Gorilla Glass Victus plus coating anti-glare DXC yang diklaim memangkas glare hingga 65%. Bezel dipangkas 60 persen dibanding versi terdahulu.
Soal joystick, ASUS cukup serius merespons keluhan lama para pengguna handheld: stick drift. X20 memakai sensor TMR (tunnel magnetoresistance), teknologi yang mulai menggantikan sensor hall effect konvensional, diklaim lebih presisi sekaligus lebih tangguh menghadapi masalah drift. Tombol ABXY dirancang ulang agar bisa rata dengan bodi saat ditekan. D-Pad kini bisa diputar untuk berpindah antara mode 4-arah dan 8-arah, fitur yang relevan bagi penggemar game fighting.
Performa? Sama persis. ROG Xbox Ally X20 tetap ditenagai AMD Ryzen AI Z2 Extreme, 8 core, 16 thread, clock speed sampai 5 GHz, GPU 16-core, RAM LPDDR5X 24GB, dan SSD NVMe 1TB PCIe 4.0. ASUS tidak menyentuh sisi chip sama sekali, dan bisa jadi itu keputusan yang masuk akal, Z2 Extreme belum punya pengganti yang benar-benar layak disebut lompatan. Baterai pun tetap 80 Whr dengan fast charging 68W lewat USB-C.
Konektivitas terbilang lengkap untuk kelasnya: USB-C 3.2 Gen 2 dengan DisplayPort, USB-C 4.0 dengan Thunderbolt 4 dan DisplayPort 2.1 FreeSync, slot microSD Express, jack audio 3,5 mm Hi-Res Audio, Wi-Fi 6E tri-band, serta Bluetooth 5.4. Speaker stereo Dolby Atmos juga hadir.
Nah, ini bagian yang membikin X20 beda dari sekadar iterasi kosmetik. ASUS tidak menjualnya sendirian. Bundling-nya menyertakan ROG XREAL R1 Edition 20 Gaming AR Glasses, kacamata dengan panel micro-OLED, resolusi 1.920 x 1.080 piksel, refresh rate 240Hz, respons 0,01 ms, dan secara teoritis mampu menampilkan layar virtual berukuran 171 inci dalam jarak empat meter. Tampilannya disesuaikan dengan tema Edition 20: aksen hitam dan emas. Koneksinya cukup satu kabel USB-C ke Ally.
Masalahnya, bundling ini hampir pasti mendorong harga ke level yang bikin dahi berkerut. Kacamata ROG XREAL R1 Edition 20 dijual terpisah seharga USD 850. Angka yang tidak main-main. ASUS belum mengumumkan harga resmi paket X20, tapi kalkulasi sederhananya sudah cukup menggambarkan di segmen mana perangkat ini akan bermain.
Desain bodi X20 sendiri mencolok: transparan hitam dengan aksen emas di beberapa titik, memberi kesan mewah sekaligus menandai bahwa ini edisi spesial. Bukan untuk semua orang, memang. Dan sepertinya ASUS tidak pernah berniat menjangkau semua orang dengan perangkat ini.