SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  ROG Gjallar: Soundbar Gaming 2.1.2 ASUS dengan Dol...

Tekno

ROG Gjallar: Soundbar Gaming 2.1.2 ASUS dengan Dolby Atmos dan Subwoofer Nirkabel

ASUS Republic of Gamers resmi memperkenalkan ROG Gjallar, soundbar gaming premium berkonfigurasi 2.1.2 Dolby Atmos dengan subwoofer nirkabel 65W dan kontrol hub berlayar LCD.

Asus ROG Gjallar Resmi Meluncur, Soundbar Gaming Premium dengan 2.1.2 Dolby Atmos - Laptophia

ASUS Republic of Gamers memperkenalkan ROG Gjallar, soundbar gaming premium berkonfigurasi 2.1.2 Dolby Atmos yang hadir lengkap dengan subwoofer nirkabel, audio control hub berlayar LCD, dan mikrofon AI beamforming dalam satu paket.

Segmen soundbar gaming memang belum seramai headset, tapi ROG agaknya melihat celah yang cukup menarik di sana. Sebagian gamer, terutama yang sudah menghabiskan berjam-jam dengan headset menempel di kepala, mulai mencari alternatif lebih nyaman tanpa harus mengorbankan kualitas audio. ROG Gjallar hadir tepat di persimpangan itu.

Secara teknis, konfigurasinya tidak main-main. Speaker full-range di sisi kiri dan kanan, tweeter khusus, kanal upward-firing yang menembakkan suara ke langit-langit, plus subwoofer nirkabel 6,5 inci berkekuatan 65 watt. Subwoofer ini beroperasi pada frekuensi 5GHz, yang artinya latensi rendah dan sinkronisasi audio tetap presisi meski koneksinya nirkabel. Untuk gamer kompetitif, detail seperti ini bukan sekadar angka di kertas. Soundstage 3D yang dihasilkan Dolby Atmos diklaim mampu membantu menentukan posisi musuh dari arah langkah kaki atau suara tembakan.

Yang membedakan ROG Gjallar dari soundbar kebanyakan adalah keberadaan audio control hub terpisah, sebuah panel dengan layar LCD cerah yang jadi pusat kendali seluruh fungsi perangkat. Dari sini pengguna bisa ganti sumber input, pilih profil EQ untuk game, film, atau musik, atur playback, hingga ubah efek RGB Aura Sync yang mendukung 16,8 juta warna dengan empat efek bawaan. Bukan main.

Hub ini juga menyimpan mikrofon internal berbasis AEC (Acoustic Echo Cancellation) dan AI beamforming. Teknologi ini bekerja memfilter kebisingan sekitar, mulai dari putaran kipas PC sampai dengung perangkat elektronik lain, sehingga yang sampai ke telinga rekan satu tim di Discord hanya suara pengguna. Bersih dan fokus.

65 watt bass dari subwoofer nirkabel, nol kabel berantakan. Itulah kira-kira proposisi utama ROG Gjallar buat gamer yang sudah bosan dengan setup audio yang ruwet.

Dari sisi konektivitas, pilihan yang tersedia cukup lengkap untuk kelasnya: USB-C, HDMI 2.1 dengan eARC, optical, AUX, dan Bluetooth 5.3. Kompatibel dengan PC, Mac, smartphone, hingga konsol PlayStation, Xbox, dan Nintendo Switch. Port HDMI 2.1-nya mendukung pass-through video hingga 4K 120Hz, jadi kualitas visual tidak ikut terkorbankan saat soundbar dipasang di antara konsol dan TV. Fitur eARC memastikan transmisi audio lossless dengan sinkronisasi gambar dan suara yang presisi. Ada pula dua port USB Type-A di sisi soundbar untuk dongle wireless atau flash drive.

Seluruh pengaturan audio dan pencahayaan bisa dikustomisasi lebih dalam melalui Gear Link, tersedia dalam versi aplikasi mobile maupun web portal, yang mencakup profil EQ, sensitivitas mikrofon, hingga efek RGB sesuai selera.

Soal harga, ASUS belum memberikan angka resmi, baik untuk pasar global maupun Indonesia. Pertanyaannya, berapa besar selisih pengalaman audio ROG Gjallar dibanding headset gaming sekelas yang harganya bisa jauh lebih terjangkau? Kalau segmen yang dibidik memang gamer dengan ruang bermain yang layak dan anggaran yang sesuai, perangkat ini punya amunisi yang cukup untuk bersaing. Setidaknya di atas kertas.