MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  RMKO Setujui Rights Issue 512 Juta Saham di RUPSLB...

Finansial

RMKO Setujui Rights Issue 512 Juta Saham di RUPSLB, Jajaran Direksi Ikut Dirombak

PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk resmi mendapat restu pemegang saham untuk menerbitkan 512 juta saham baru lewat mekanisme rights issue, sekaligus merombak susunan direksi perseroan.

Rabu kemarin, pemegang saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) berkumpul di Wisma RMK untuk agenda yang cukup padat: menyetujui penambahan modal sekaligus merombak jajaran manajemen.

Dari RUPSLB yang digelar 8 April 2026 itu, dua keputusan keluar bersamaan. Pertama, persetujuan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak 512 juta saham baru. Kedua, perubahan susunan direksi perseroan.

Bukan angka kecil.

Manajemen membingkai rights issue ini sebagai langkah memperkuat struktur permodalan sekaligus menambal kebutuhan modal kerja. Framing yang lumayan standar untuk aksi PMHMETD, tapi yang perlu investor cermati adalah seberapa besar dilusi yang bakal mereka tanggung dan ke mana tepatnya dana segar itu mengalir. Detail penggunaan dana belum diungkap.

RMKO bergerak di sektor konstruksi, segmen yang belakangan diapit dua realita berbeda: proyek infrastruktur pemerintah masih mengalir, namun tekanan arus kas tetap membayangi. Rights issue dalam kondisi seperti ini bisa dibaca sebagai sinyal kebutuhan likuiditas yang cukup mendesak, bisa jadi juga sebagai amunisi ekspansi. Dua kemungkinan yang sama-sama masuk akal. Jawabannya ada di prospektus yang belum juga dirilis.

Perombakan direksi menambah variabel baru. Pergantian di level manajemen puncak kerap membawa perubahan arah kebijakan, dan pasar biasanya butuh beberapa kuartal untuk menilai apakah transisi itu berdampak positif atau justru sebaliknya. Pola klasik yang sudah berkali-kali terulang di emiten konstruksi menengah.

Pertanyaannya sederhana: berapa harga pelaksanaan dan berapa rasio HMETD-nya?

Agaknya, respons pasar baru akan lebih bicara begitu prospektus resmi beredar. Angka-angka itulah yang akan menentukan apakah aksi korporasi ini menarik buat pemegang saham eksisting, atau malah jadi alasan untuk keluar lebih dulu.