Rise of the Ronin dan Avatar: Frontiers of Pandora tampil sebagai dua headliner yang paling ditunggu, memimpin gelombang penambahan katalog PlayStation Plus untuk Juli 2026 yang Sony umumkan resmi.
Kedua judul masuk ke tier Extra dan Premium mulai 21 Juli 2026. Sony mengingatkan ada uji coba sistem distribusi bertahap di Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang, sehingga akses di wilayah tersebut bisa sedikit meleset dari jadwal. Secara global, semua game dijamin bisa dimainkan sebelum akhir bulan.
Dari dua headliner itu, Rise of the Ronin yang paling banyak dibicarakan. Game action RPG open-world garapan Team Ninja di bawah bendera Koei Tecmo ini menempatkan pemain sebagai ronin di era gejolak akhir Keshogunan Tokugawa sekitar 1863, lengkap dengan sistem pertarungan yang menantang dan pendekatan naratif bercabang. Sebelumnya eksklusif PS5, lalu mendapat port ke PC. Kehadirannya di PS Plus, agaknya, membuka akses bagi banyak pelanggan yang belum sempat mencicipinya.
Avatar: Frontiers of Pandora besutan Massive Entertainment dan Ubisoft berdiri di jalur berbeda. Sudut pandang first-person, pengalaman menjelajahi Pandora sebagai suku Na'vi yang berhadapan dengan militer RDA. Bagi yang merindukan visual megah dengan narasi lebih rileks, ini pilihan yang masuk akal.
Deretan game lain di tier Extra dan Premium cukup beragam: Firefighting Simulator: Ignite, Mighty Morphin Power Rangers: Rita's Rewind (PS4 dan PS5), Dying Light, Snow Bros. Wonderland, dan Citizen Sleeper 2: Starward Vector. Yang terakhir belakangan dipuji sebagai salah satu RPG naratif paling solid tahun ini, berkat sistem cerita bercabang yang matang.
Bonus terbesar justru untuk pelanggan tier Premium. Dua game PS2 sekaligus masuk ke PlayStation Classics: Psi-Ops: The Mindgate Conspiracy dan Indigo Prophecy, yang dikenal juga sebagai Fahrenheit. Dua sekaligus. Tidak main-main.
Psi-Ops, yang pertama rilis 2004, menggabungkan third-person shooter dengan kemampuan psikis, tapi tunggu, em dash itu bukan gaya kita. Rumusnya simpel: tembak musuh, lempar mereka dengan telekinesis, kendalikan pikiran, bakar dengan pyrokinesis, atau intai lewat remote viewing. Sistem fisika interaktifnya pada zamannya revolusioner, membuat setiap pertempuran terasa punya warna sendiri. Sekuel yang direncanakan tidak pernah jadi kenyataan, meninggalkan cerita menggantung di ujung cliffhanger yang sampai hari ini masih diperbincangkan komunitas.
Indigo Prophecy milik Quantic Dream boleh dibilang cikal bakal genre game cerita interaktif modern. Banyak pemain mengenalnya sebagai nenek moyang Heavy Rain dan Detroit: Become Human. Kehadirannya di katalog Premium bukan sekadar nostalgia, ini semacam kelas sejarah gratis.
Di lini Essential, Sony sudah lebih dulu mengumumkan tiga game bulanan untuk Juli: Call of Duty: Modern Warfare III Cross-Gen Bundle, For the King II, dan CrossCode, tersedia sejak awal bulan untuk semua pelanggan aktif.
Pola yang muncul di sini bukan kebetulan. Setelah Final Fantasy 16 masuk di Juni 2026, Sony konsisten memadukan satu-dua judul AAA besar dengan game klasik dan indie berkualitas. Strateginya menyasar dua segmen sekaligus: pelanggan yang ingin nilai berlangganan terasa sepadan, dan mereka yang ingin bernostalgia tanpa harus membeli ulang koleksi lama. Pertanyaannya, berapa lama momentum ini bisa dipertahankan?