JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Remake Baldur's Gate 1 dan 2 Disiapkan WotC, Kevin...

Tekno

Remake Baldur's Gate 1 dan 2 Disiapkan WotC, Kevin Martens Kembali ke Akarnya

Wizards of the Coast dirumorkan tengah menggarap remake Baldur's Gate 1 dan Baldur's Gate 2, dengan menggandeng kembali Kevin Martens, co-lead designer game aslinya, sebagai bagian dari strategi besar menuju Baldur's Gate 4.

WotC Rumorkan Pengembangan Remake Baldur's Gate 2 Bersama Kevin Martens

Dua tahun lebih setelah Baldur's Gate 3 menyapu penghargaan Game of the Year dan mengubah standar RPG modern, Wizards of the Coast agaknya tidak ingin membiarkan momentum itu mendingin begitu saja. Wajar, kalau dipikir-pikir.

PC Gamer melaporkan bahwa WotC sedang menyiapkan remake untuk Baldur's Gate 1 dan Baldur's Gate 2: Shadows of Amn. Bukan sekadar remaster grafis biasa. Proyek ini disebut cukup serius sampai WotC menarik kembali Kevin Martens, co-lead designer dari game kedua seri tersebut ketika masih dikerjakan BioWare dua dekade lalu.

Rekam jejak Martens di industri ini tidak perlu diragukan. Setelah Baldur's Gate 2 dan Neverwinter Nights, ia naik ke Mass Effect sebelum akhirnya hijrah ke Blizzard sebagai lead content designer untuk Diablo III. Kini ia tercatat aktif di Archetype Entertainment, studio yang berada langsung di bawah naungan WotC, untuk menggarap game sci-fi Exodus. Dari sinilah spekulasi menguat: hubungan korporasi antara Archetype dan WotC, ditambah keterlibatan Martens, membuat kabar ini terasa lebih dari sekadar bisik-bisik dapur.

Berdasarkan laporan yang sama, fokus utama Martens saat ini ada di remake Baldur's Gate 2. Belum jelas apakah ia juga akan menangani seri pertama.

Strategi besar WotC mulai terbaca. Kedua judul remake ini dikabarkan dirancang sebagai jembatan menuju Baldur's Gate 4 yang disebut "tak terelakkan", kali ini tanpa Larian Studios di kemudi. Waktunya pun tampak disengaja, bisa jadi berdekatan dengan premiere serial Baldur's Gate 3 yang sedang diproduksi HBO, bak gayung bersambut antara layar kaca dan layar PC.

Soal skala proyeknya, ekspektasi perlu dijaga. Menyulap BG1 dan BG2 menjadi sekelas BG3 secara penuh butuh anggaran dan waktu yang bukan kaleng-kaleng, mengingat ratusan jam konten yang tersimpan di dua game klasik itu. Skenario yang lebih realistis, sekaligus masuk akal secara bisnis, adalah gameplay hibrida antara sistem real-time dan turn-based, yang tetap mempertahankan DNA RPG aslinya sambil terasa segar di tangan pemain 2025.

Kesuksesan BG3 yang membawa jutaan pemain baru ke waralaba ini menjadi justifikasi terkuat untuk langkah WotC. Banyak dari mereka belum pernah menjejak Athkatla di era Infinity Engine. Versi remake yang layak bisa membuka pintu itu lebar-lebar, sekaligus memanaskan mesin hype sebelum sekuel berikutnya hadir. Apakah eksekusinya akan setara ekspektasi, itu soal lain yang baru bisa dijawab waktu.