Tren layar besar tampaknya bukan sekadar wacana. Bocoran yang terus mengalir sejak awal tahun kini mengerucut ke satu nama: Redmi Turbo 6 Max, perangkat yang agaknya dirancang untuk mendorong batas ukuran ponsel flagship ke wilayah yang selama ini hanya dimiliki tablet mini.
Leaker Digital Chat Station di Weibo, yang rekam jejaknya cukup solid di kalangan pengamat gadget, menyebut perangkat berperforma tinggi Redmi ini dijadwalkan meluncur sekitar Januari tahun depan. Fitur-fitur yang bocor selaras dengan rumor sejak April: layar 7 inci beresolusi 2K, refresh rate tinggi, dan baterai 10.000mAh. Bukan angka main-main untuk kelas flagship.
Soal chipset, bocoran sebelumnya dari sumber yang sama mengindikasikan prosesor berbasis fabrikasi 3 nanometer. Apakah itu MediaTek Dimensity generasi terbaru atau varian lain, belum ada konfirmasi. Spesifikasi ini menempatkan Turbo 6 Max langsung berhadapan dengan OnePlus Turbo 7 yang disebut-sebut akan mengusung Snapdragon 8 series. Persaingan yang bakal menarik dicermati di segmen flagship Tiongkok.
Redmi menyiapkan seri Turbo 6 secara lebih luas, bukan hanya satu model. Ada pula ponsel kelas menengah seri Pro dengan layar 6,59 inci. Jadwal peluncurannya disebut mengikuti seri Redmi 17 yang sudah meluncur dan seri Redmi K100 yang diperkirakan hadir Agustus.
Sebagian besar flagship 2025 masih bermain di rentang 6,8 hingga 6,9 inci. Xiaomi 17 Ultra, Huawei Mate 80 Pro Max, iPhone 17 Pro Max, semuanya tidak jauh dari angka itu. Redmi bukan satu-satunya yang melirik 7 inci, kalau data bocoran ini bisa dipercaya. Digital Chat Station juga menyebut Honor sedang mengembangkan dua perangkat serupa: satu dengan refresh rate 185Hz, satunya lagi ditenagai chipset berbasis fabrikasi 2 nanometer. Entah kebetulan atau tidak, beberapa pemain besar bergerak ke arah yang sama dalam waktu berdekatan.
Untuk pasar internasional, Redmi Turbo 6 Max kemungkinan hadir dengan nama berbeda. Kandidat paling santer: POCO X9 Pro Max. Xiaomi memang punya kebiasaan mendaur ulang nama untuk pasar di luar Tiongkok, dan POCO selama ini jadi kendaraan utama untuk segmen itu.
Semua ini masih berstatus bocoran. Belum ada sepatah kata pun dari Xiaomi secara resmi. Tapi kalau tren ini benar-benar terwujud di 2026, batas antara ponsel dan tablet akan semakin kabur. Konsumen yang selama ini menenteng dua perangkat sekaligus mungkin punya alasan untuk berpikir ulang.