Sembilan ribu miliampere-jam. Angka itu saja sudah cukup bikin kepala menoleh, tapi Xiaomi rupanya tidak berhenti di situ.
Redmi Note 17 Series debut resmi pada 14 Juli 2026. Menjelang hari H, bocoran spesifikasi yang beredar di Weibo lewat akun Fixed Focus Digital mengonfirmasi dua hal sekaligus: lini ini datang dengan baterai yang absurd besar, plus program layanan purna jual yang agaknya belum pernah dilakukan vendor Android lain di kelas harganya.
Presiden Grup Xiaomi Lu Weibing mengumumkan langsung di Weibo bahwa setiap unit Redmi Note 17 Pro yang dibeli pada penjualan perdana berhak atas program peningkatan baterai gratis selama lima tahun. Skemanya: jika kapasitas baterai ambles di bawah 80% dalam empat tahun pertama, Xiaomi ganti baterai tanpa biaya. Kalau penurunan itu baru terjadi di tahun kelima, pengguna bahkan bisa beralih ke baterai berkapasitas lebih besar, tetap gratis.
Sebagai pembanding, Samsung dan Google cuma menanggung penggantian baterai selama masa garansi satu tahun. Lebih dari itu, ya bayar sendiri.
Spesifikasi varian Pro tergolong tidak main-main untuk segmennya. Chipset Snapdragon 6s Gen 4, layar datar 6,83 inci beresolusi 1,5K, kecerahan puncak 3.500 nits. Angka terakhir itu biasanya baru nongol di ponsel flagship dua kali lipat harganya. Baterai 9.000 mAh-nya dilengkapi reversed charging 22,5 watt. Soal ketahanan fisik, varian ini mengantongi sertifikasi IP66, IP68, IP69, hingga IP69K sekaligus. Kombinasi rating debu dan air selengkap itu jarang ditemukan bahkan di kelas premium.
Model reguler tampil lebih kalem. Snapdragon 4 Gen 4, layar Samsung E4 Pro 7 inci, baterai 8.000 mAh dengan pengisian cepat 45 watt via kabel plus reversed charging 22,5 watt. IP65, sensor sidik jari di bawah layar, kamera utama 50 MP. Bingkai keduanya plastik, meski Xiaomi mengklaim kualitas material varian Pro selangkah lebih premium.
Desain modul kamera juga sudah bocor lewat teaser resmi Redmi: persegi panjang di sudut kiri atas panel belakang. Bukan terobosan estetika, tapi setidaknya lebih rapi ketimbang generasi sebelumnya.
Yang paling menggigit dari seluruh paket ini bukan angka-angkanya. Bisa jadi justru program baterainya. Baterai adalah komponen pertama yang menyerah pada ponsel modern, dan selama ini pengguna tidak punya banyak pilihan selain pasrah atau rogoh kocek lumayan dalam. Jika skema lima tahun ini dieksekusi dengan mulus, ini bisa jadi argumen paling kuat Xiaomi untuk mendorong orang bertahan dengan satu ponsel lebih lama, sekaligus menekan tumpukan limbah elektronik yang terus menggunung. Klaim yang masih perlu dibuktikan di lapangan, setidaknya begitu.