KAMIS, 15 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Redmi Headphones Neo Merambah Pasar Global, ANC 42...

Tekno

Redmi Headphones Neo Merambah Pasar Global, ANC 42 dB di Kisaran Sejuta Rupiah

Xiaomi resmi melempar Redmi Headphones Neo ke pasar global dengan klaim ANC 42 dB, baterai 72 jam, dan banderol sekitar Rp 1 juta. Indonesia belum kebagian.

Redmi Headphones Neo Resmi Dirilis, Punya ANC 42 dB dan Baterai 72 Jam

Xiaomi meluaskan jangkauan Redmi Headphones Neo ke pasar global, setelah sebelumnya headphone over-ear ini lebih dulu mengaspal di Jepang. Kini perangkat tersebut sudah tersedia di sejumlah negara Asia, Eropa, hingga Australia, termasuk Malaysia yang mematok harga 239 ringgit atau sekitar Rp 1 juta.

Cukup agresif untuk segmen menengah. Fitur yang disodorkan juga tidak pelit: Active Noise Cancellation dengan klaim reduksi kebisingan hingga 42 desibel, mengandalkan tiga mikrofon bawaan yang bekerja memblokir suara luar. Mikrofon yang sama difungsikan untuk menjernihkan suara pengguna saat panggilan telepon, jadi bukan sekadar aksesoris pasif.

Dari sisi audio, Xiaomi memasang driver dinamis berdiameter 40 mm yang diklaim mampu merespons rentang frekuensi 20 Hz hingga 40 kHz lewat koneksi kabel. Sertifikasi Hi-Res Audio sudah dikantongi. Tersedia lima mode equalizer yang bisa diutak-atik sesuai selera, dari bass berat sampai suara flat untuk monitoring.

Kartu truf sesungguhnya ada di baterai. Kapasitas 600 mAh diklaim sanggup memasok daya hingga 72 jam pemakaian pada volume 50 persen, kalau angka ini bisa dipercaya, pengguna yang sering lupa ngecas bisa tenang untuk lebih dari seminggu pemakaian harian.

Konektivitasnya sudah Bluetooth 5.4, generasi yang diklaim lebih stabil dan hemat daya. Bobot fisik sekitar 263 gram dengan dimensi 202 x 183 x 47 mm, headband-nya bisa disetel, bantalan telinga berukuran besar. Di Malaysia tersedia dua warna: Obsidian Black dan Sand White.

Pertanyaannya, kapan giliran Indonesia? Sampai berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Xiaomi. Bisa jadi masuk gelombang berikutnya, bisa jadi tidak. Pasar headphone kelas menengah lokal memang ramai, tapi Xiaomi juga bukan tipikal yang suka tergesa-gesa.