SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Redmi Headphones Neo Lolos Komdigi: ANC 42dB, Bate...

Tekno

Redmi Headphones Neo Lolos Komdigi: ANC 42dB, Baterai 72 Jam, Harga Estimasi di Bawah Rp1 Juta

Xiaomi memperluas lini audio Redmi ke pasar Indonesia lewat Headphones Neo, headphone over-ear budget dengan ANC 42dB, baterai 72 jam, dan sertifikasi Hi-Res Audio yang sudah mengantongi izin Komdigi.

Xiaomi Luncurkan Redmi Headphones Neo dengan Fitur ANC 42dB

Sertifikat Komdigi bernomor 117679/DJID/2026 itu mungkin luput dari perhatian banyak orang, tapi buat penggemar audio budget, ini sinyal yang cukup terang: Redmi Headphones Neo sebentar lagi resmi masuk Indonesia. PT Xiaomi Indonesia mendaftarkan perangkat bernomor model M2546E1 ke Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Postel) Komdigi pada awal 2026, dan prosesnya sudah tuntas.

Xiaomi memang sedang agresif mengisi celah di segmen audio tanah air, dari TWS hingga perangkat open-wear, dan kini merambah ke kelas over-ear yang selama ini relatif sepi pemain terjangkau.

Spesifikasi Redmi Headphones Neo cukup untuk membuat headphone sekelas Rp800 ribu sampai Rp1,1 juta keringat dingin. Active Noise Cancellation-nya diklaim meredam kebisingan hingga 42dB, angka yang lebih sering ditemukan di produk dua kali lipatnya. Tiga mikrofon terintegrasi bekerja memfilter suara latar, termasuk angin, sehingga kualitas panggilan tetap jernih meski dipakai di luar ruangan.

Driver 40mm berlapis titanium di dalamnya sudah mengantongi sertifikasi Hi-Res Audio, berlaku saat tersambung via kabel USB Type-C. Latensi yang dihasilkan jalur kabel jauh lebih rendah dibanding koneksi nirkabel, sesuatu yang krusial bagi gamer atau editor video yang bekerja dengan audio presisi. Konektivitas nirkabelnya mengandalkan Bluetooth 5.4 dengan dukungan multipoint connection ke dua perangkat sekaligus.

Soal daya tahan, Xiaomi mengklaim 72 jam nonstop dengan ANC mati. Baterai 600mAh itu agaknya jadi argumen terkuat produk ini di kelasnya, mengingat kompetitor di rentang harga serupa umumnya hanya sanggup 30 sampai 40 jam. Fast charging juga tersedia: 10 menit pengisian menghasilkan sekitar lima jam pemutaran.

263 gram. Segitu bobotnya, dengan bantalan kulit protein dan headband yang bisa disesuaikan. Cukup nyaman untuk sesi panjang, setidaknya di atas kertas. Tersedia dalam dua pilihan warna, Obsidian Black dan Sand White, dengan kabar bahwa varian Mist Blue akan menyusul.

Harga resmi untuk Indonesia belum diumumkan. Tapi referensi dari pasar tetangga memberi gambaran yang lumayan akurat: di Malaysia dibanderol RM 239, setara sekitar Rp900 ribuan. Di Filipina terpantau di kisaran Rp800 ribu. Bahkan kalau Xiaomi Indonesia mematok di Rp1,1 juta sekalipun, angka itu masih jauh di bawah pesaing berdriver 40mm yang rata-rata mulai dari Rp2,5 juta ke atas, kalau data harga pasar ini bisa dijadikan patokan.

Pertanyaannya sekarang: kapan tanggal rilisnya, dan apakah Xiaomi Indonesia akan berani pasang harga seagresif pasar Malaysia?