JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Realme UI Pensiun, Ponsel Realme Hijrah ke ColorOS

Tekno

Realme UI Pensiun, Ponsel Realme Hijrah ke ColorOS

Realme resmi mengakhiri era Realme UI dan akan mengadopsi ColorOS 17 pada smartphone terbarunya, seiring strategi ekspansi global yang kian agresif.

Oppo ColorOS 14, Realme UI 5, and OxygenOS 14 feature walkthrough

Setelah lebih dari lima tahun berjalan mandiri, Realme UI resmi masuk daftar antarmuka yang pensiun. Realme India mengonfirmasi bahwa jajaran smartphone terbaru mereka akan hadir langsung dengan ColorOS 17, menandai berakhirnya era branding UI yang selama ini menjadi pembeda Realme dari saudaranya, Oppo.

Keputusan ini bukan sepenuhnya mengejutkan. Realme dan Oppo memang bernaung di bawah satu atap, BBK Electronics. Tampilan kedua UI sudah mirip dari dulu, sejumlah fitur bahkan berbagi nama yang sama, terutama yang berbasis AI. Kalau dibilang Realme UI itu ColorOS yang dikasih baju berbeda, agaknya tidak terlalu salah.

Soal jadwal, belum ada model pertama yang diumumkan. Urutan prioritas update kemungkinan besar akan memenangkan Oppo dulu, baru kemudian giliran Realme. Perubahan ini juga berlaku untuk perangkat lama yang masih dalam periode dukungan OS. Ambil contoh Realme GT 8 Pro: saat ini berjalan di Realme UI 7.0 dengan janji empat kali update Android. Ponsel flagship itu nantinya akan beralih ke ColorOS 17, lalu mengikuti siklus update selama masa garansi software-nya belum habis.

Menarik juga kalau dilihat dari perspektif sejarah. Di masa-masa awal hadir di industri smartphone, Realme memang sudah memakai ColorOS. Baru di 2020 mereka mulai lepas dan membentuk identitas sendiri lewat Realme UI, dengan Realme 3 Pro dan XT sebagai dua ponsel pertama yang mendapat update-nya. Realme C3 jadi yang pertama keluar dari kotak langsung dengan Realme UI.

Ini semacam pulang kandang. Bukan main.

Di luar urusan software, Realme tengah menjalankan restrukturisasi yang lebih besar. Perusahaan dilaporkan menggeser basis operasional keluar dari China, dengan fokus lebih tajam ke pasar global, termasuk ekspansi di segmen gaming. Konsolidasi UI ini sejalan dengan logika efisiensi: mengelola satu antarmuka jelas lebih hemat biaya dan lebih cepat secara update dibanding memelihara dua sekaligus.

Bagi pengguna sehari-hari, peralihan ini agaknya tidak akan terasa dramatis. Transisi yang mulus memang lebih mudah diterima ketika dua sistem yang dimaksud sudah sangat serupa sejak lama. Pertanyaannya, apakah langkah ini cukup untuk membuat Realme lebih kompetitif di pasar global yang semakin ketat, atau justru membuat identitas merek mereka kian tenggelam di antara deretan ponsel BBK lainnya.