JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Realme Tinggalkan China dan Matikan Realme UI, Ber...

Tekno

Realme Tinggalkan China dan Matikan Realme UI, Beralih ke ColorOS

Realme resmi menghentikan operasional di pasar China sekaligus mengumumkan penghapusan antarmuka Realme UI, yang akan digantikan sepenuhnya oleh ColorOS milik Oppo mulai generasi berikutnya.

Realme Setop Antarmuka Realme UI, Ini Gantinya

Dua pengumuman besar keluar dari Realme dalam jeda waktu yang nyaris berdampingan. Keduanya, entah kebetulan atau tidak, sama-sama mengubah wajah merek ini secara fundamental.

Realme resmi angkat kaki dari pasar domestik China, setidaknya untuk saat ini. Bersamaan dengan itu, antarmuka Realme UI yang sudah menemani pengguna sejak 2020 akan pensiun, digantikan ColorOS, sistem operasi besutan Oppo. Presiden Realme China, Xu Qi Chase, menyampaikan pengumuman keluarnya dari pasar China lewat surat berbahasa Mandarin yang diunggah di Weibo pada Jumat (17/7/2026). Konfirmasi soal Realme UI menyusul sehari kemudian di platform yang sama, tepatnya pada Kamis (16/7/2026).

Hengkang dari China bukan keputusan kecil. Pasar domestik selama ini menjadi medan tempur utama merek-merek smartphone asal Negeri Tirai Bambu, termasuk Realme yang membangun reputasinya sebagai "raja performa" justru di sana. Chase beralasan langkah ini diambil agar perusahaan bisa memusatkan sumber daya untuk ekspansi internasional, terutama Eropa dan pasar berkembang lainnya, dengan fokus pada segmen performa dan gaming.

"Belajar fokus membutuhkan keberanian yang besar. Hari ini saya mengumumkan bahwa Realme akan menghentikan bisnisnya di China untuk sementara waktu," tulis Chase. Ia menyebutnya sebagai "jeda" operasional, bukan penutupan permanen, yang secara implisit membuka pintu untuk kembali suatu hari nanti jika kondisi pasar mendukung. Pengguna Realme yang sudah terlanjur memakai perangkat di China tidak ditinggal begitu saja: layanan purna jual dan garansi tetap ditangani tim resmi Oppo.

Paralel dengan keputusan bisnis itu, penghentian Realme UI agaknya sudah lama tinggal menunggu waktu. Seluruh ponsel baru Realme akan langsung menjalankan ColorOS 17, sementara perangkat lama yang memenuhi syarat juga kebagian pembaruan ke ColorOS. Realme berargumen transisi ini tak akan terasa dramatis bagi penggunanya. Logikanya sederhana: Realme UI memang sudah lama menyerap banyak elemen desain dari ColorOS, mengingat kedua merek bernaung di bawah payung korporasi yang sama. Lebih menyerupai pergantian identitas, kata Realme, dibanding perombakan besar.

Bukan yang pertama. Sebelum Realme, OnePlus sudah lebih dulu mengumumkan kematian OxygenOS dan beralih ke ColorOS mulai Android 17. Logika bisnisnya memang masuk akal: mempertahankan beberapa antarmuka secara terpisah butuh biaya besar, dari tim pengembang berbeda, siklus pengujian yang tidak sinkron, hingga jadwal pembaruan yang masing-masing berjalan sendiri. Satu platform tunggal berarti efisiensi berlipat. Pertanyaannya, berapa banyak identitas merek yang rela dikorbankan demi efisiensi itu?

Bagi pasar Indonesia, manajemen Realme berusaha meredam kekhawatiran. Dalam konferensi distributor paruh kedua 2026 di Hong Kong, Vice President sekaligus CMO Realme, Chase Xu, menegaskan bahwa distribusi, struktur organisasi, jumlah karyawan, dan model bisnis di luar China tidak berubah. Public Relations Manager Realme Indonesia, Krisva Angnieszca, menyampaikan hal senada. "Operasional Realme di Indonesia tetap sama seperti biasanya," ujarnya singkat.

Yang belum terjawab: seberapa lama "jeda" ini berlangsung, dan apakah fokus ke pasar global cukup untuk menambal kehilangan volume dari pasar China yang selama ini jadi fondasi pertumbuhan Realme. Bukan main beratnya taruhan itu.