SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  RAJA Stock Split 1:5, Saham Nominal Baru Masuk Pas...

Finansial

RAJA Stock Split 1:5, Saham Nominal Baru Masuk Pasar 16 Juli

PT Rukun Raharja Tbk resmi menjadwalkan stock split rasio 1:5 mulai 16 Juli 2026, memecah nominal saham dari Rp25 menjadi Rp5. Samuel Sekuritas masih pasang target Rp7.000.

Siap-siap Saham Emiten Hapsoro - Halaman all

Nilai nominal saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan dipecah dari Rp25 menjadi Rp5 per lembar, efektif diperdagangkan di pasar reguler mulai 16 Juli 2026. Jumlah saham beredar perseroan pun melesat lima kali lipat, dari 4,22 miliar lembar menjadi 21,13 miliar lembar, setelah pemegang saham memberi lampu hijau dalam RUPS yang digelar 23 Juni lalu.

15 Juli 2026 menjadi hari terakhir perdagangan dengan nominal lama di seluruh segmen pasar. Mulai 16 Juli, saham RAJA dengan nominal baru masuk pasar reguler dan pasar negosiasi. Pasar tunai menyusul tiga hari kemudian, 20 Juli.

Manajemen tidak berputar-putar soal alasan di balik langkah ini. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan sejak Mei 2026, perseroan menyebut harga saham yang kala itu sudah di kisaran Rp4.170 membuat nilai investasi minimum untuk satu lot menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor, terutama ritel. Stock split, menurut manajemen, diharapkan mendongkrak likuiditas, memperlebar basis pemegang saham, dan menciptakan perdagangan yang lebih teratur dan efisien. Klaim yang masih perlu dibuktikan oleh data transaksi pasca-implementasi.

"Dengan ini perusahaan menyampaikan stock split di mana tanggal RUPS pada 23 Juni 2026," tulis Corporate Secretary RAJA Yuni Pattinasarani dalam keterbukaan informasi resmi.

Harga saham RAJA per perdagangan Jumat 10 Juli parkir di Rp4.290, tergerus sekitar 60 poin atau 1,38% dari hari sebelumnya. Angka itu sekilas terlihat biasa. Tapi tarik ke belakang: dalam satu bulan terakhir, saham emiten infrastruktur migas ini ngacir sekitar 30%, bergerak dari kisaran Rp3.300 ke puncak Rp4.420. Dalam setahun, kenaikannya mencapai 72%. Dalam lima tahun? Lebih dari 2.000 persen, dari dasar Rp161 hingga sempat menyentuh Rp8.475 per lembar.

Tapi ada sisi lain yang tidak bisa diabaikan. Sejak awal 2026, RAJA justru mencetak penyusutan YTD hampir 29,67%, dan dalam enam bulan terakhir koreksinya bahkan amblas 47%. Bak pedang bermata dua: rapor jangka panjang cemerlang, tapi investor yang masuk di awal tahun ini kemungkinan besar masih nyangkut dalam.

Samuel Sekuritas, dalam laporan equity research bertanggal 10 Juli 2026, tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk RAJA dengan target harga Rp7.000 per lembar. Kalau target itu tercapai setelah split, ada potensi upside sekitar 63% dari harga terakhir sebelum pemecahan. Bagi investor ritel yang selama ini menahan diri karena harga per lot dianggap terlalu mahal, momentum ini agaknya jadi pintu masuk yang sudah lama ditunggu. Pertanyaannya, berapa lama efek split ini bertahan sebelum pasar kembali menguji kesabaran mereka?