SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Qualcomm Snapdragon C: Chip ARM untuk Laptop Windo...

Tekno

Qualcomm Snapdragon C: Chip ARM untuk Laptop Windows Rp 5 Jutaan

Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon C, SoC berbasis ARM yang menyasar segmen laptop Windows entry-level dengan harga mulai 300 dolar AS atau sekitar Rp 5,3 juta. Acer, HP, dan Lenovo sudah antre.

What is Snapdragon X Plus? A look at Qualcomm's more affordable Arm laptop processor. | Windows Central

Qualcomm melempar gauntlet ke segmen bawah pasar laptop Windows. Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat itu resmi memperkenalkan Snapdragon C, System on Chip berbasis ARM yang secara terang-terangan membidik laptop entry-level dengan banderol mulai 300 dolar AS, atau sekitar Rp 5,3 juta.

Segmen ini selama ini jadi kandang Chromebook dan laptop-laptop murah berbasis Intel Celeron. Qualcomm agaknya melihat celah yang cukup besar di sini, terutama dengan meningkatnya permintaan dari kalangan pelajar, keluarga, dan pekerja kantoran yang butuh laptop terjangkau tapi tidak mau baterai habis sebelum siang.

Snapdragon C hadir dengan tiga klaim utama: efisiensi daya, pendingin senyap, dan performa yang konsisten untuk pekerjaan sehari-hari. Browsing, streaming video, dokumen kantor. Bukan untuk render video 4K atau gaming berat, jelas. "Snapdragon C dirancang untuk pengalaman komputasi sehari-hari yang hemat daya dan dapat diandalkan pengguna laptop entry-level, karena daya tahannya sepanjang hari dan performa yang konsisten," kata Kedar Kondap, Senior VP dan GM Compute and Gaming Qualcomm.

Chip ini juga disertai Neural Processing Unit terintegrasi untuk pemrosesan AI on-device. Tapi jangan ekspektasikan terlalu tinggi soal ini: Snapdragon C tampaknya tidak akan masuk kategori Copilot+ PC seperti kakaknya, Snapdragon X Elite. Kemungkinan besar karena perangkat targetnya dipasangkan RAM di bawah 16 GB, salah satu syarat utama sertifikasi Copilot+.

Soal dapur pacu, Qualcomm masih menutup rapat. Arsitektur CPU-nya belum diungkap, dan kabarnya tidak menggunakan inti Oryon seperti Snapdragon X Elite. Detail GPU dan konfigurasi memori juga absen. Perusahaan berjanji akan membeberkan spesifikasi lengkap dalam beberapa bulan mendatang, janji yang masih perlu dibuktikan mengingat laptop pertama berbasis chip ini baru diperkirakan meluncur akhir 2026.

Tiga nama besar sudah angkat tangan. Acer, HP, dan Lenovo bakal menjadi vendor pertama yang merilis laptop Windows 11 berbasis Snapdragon C, meski belum ada yang mengumumkan harga konkret. Apakah banderol 300 dolar AS itu realistis di pasar, termasuk di Indonesia? Itu pertanyaan lain yang jawabannya masih kabur.

Satu hal yang pasti: segmen laptop murah sedang jadi arena pertempuran berikutnya di era AI. Qualcomm memasang taruhan bahwa efisiensi ARM bisa menggeser dominasi x86 bahkan di kelas paling bawah sekalipun. Chromebook punya alasan baru untuk khawatir.