MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Qantas Pasang Target Oktober 2027 untuk Penerbanga...

Bisnis

Qantas Pasang Target Oktober 2027 untuk Penerbangan Nonstop London-Sydney, Rekor Dunia Baru di Tangan

Qantas akan meluncurkan penerbangan nonstop pertama di dunia rute London-Sydney mulai Oktober 2027, memangkas waktu perjalanan hingga empat jam lewat Project Sunrise yang nyaris satu dekade dalam pengerjaan.

🇦🇺✈️🇬🇧 The Qantas Airbus A350-1000ULR is being developed for Project Sunrise, enabling nonstop flights of up to 22 hours between Sydney and London. Key modifications include a 20,000-liter Rear Cent

Sembilan tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah mimpi. Tapi Qantas agaknya tidak terburu-buru, dan Oktober 2027 menjadi tanggal yang mereka pasang sebagai garis finish dari Project Sunrise: penerbangan nonstop komersial pertama yang menghubungkan London dengan Sydney tanpa satu pun transit.

Jarak yang harus ditempuh bukan main. Sekitar 10.573 mil atau lebih dari 16.000 kilometer, dengan perkiraan waktu terbang antara 19 hingga 22 jam. Angka itu cukup untuk menggeser layanan Singapore Airlines rute Singapura-New York, yang selama ini masih memegang predikat salah satu penerbangan terjadwal terlama di dunia. Qantas tidak hanya membuka rute baru. Mereka merebut mahkota.

Pesawat yang akan digunakan adalah Airbus A350-1000ULR, versi modifikasi ultra-long-haul yang dikonfigurasi di fasilitas Airbus di Toulouse, Prancis. Krusialnya ada di tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 20.000 liter, yang membuat pesawat ini mampu mengudara tanpa jeda pengisian bahan bakar sepanjang rute. Dua belas unit pesawat akan diterima Qantas, masing-masing dikonfigurasi untuk 238 penumpang dalam empat kelas kabin.

Vanessa Hudson, CEO Qantas, menyebut proyek ini sebagai tonggak penting dalam sejarah maskapai yang sudah beroperasi 105 tahun. Sejak berdiri, tutur Hudson, Qantas memang berkomitmen mengatasi tantangan jarak yang selama ini memisahkan Australia dari berbagai belahan dunia. Kalimat yang terdengar filosofis, tapi didukung data operasional yang konkret.

Kabin dirancang bukan sekadar untuk kenyamanan biasa. Qantas mengklaim desain interior dikembangkan berdasarkan riset ilmiah guna meminimalkan dampak jet lag, mencakup pengaturan pencahayaan, sirkulasi udara, hingga pengalaman terbang keseluruhan. Klaim yang masih perlu dibuktikan saat penerbangan perdana berlangsung. Tapi paling tidak, maskapai ini sadar betul bahwa 19 jam di udara bukan pengalaman ringan.

Tiket dijual mulai Februari 2027. Lebih dari 360 pilot dan 1.200 awak kabin akan dilatih sebelum seluruh armada Project Sunrise diterima, termasuk pelatihan simulator A350 di Sydney maupun bersama British Airways di Inggris. Logistiknya, kalau data ini bisa dipercaya, cukup masif untuk ukuran satu rute baru.

Setelah London-Sydney berjalan, Sydney-New York masuk antrean. Jadwal pastinya baru diumumkan tahun depan, tapi polanya sudah terbaca: Qantas membangun fondasi untuk mendominasi segmen ultra-long-haul secara sistematis. Pertanyaannya, berapa lama raksasa lain diam melihat ini?

Menteri Perdagangan Australia Don Farrell menyambut rute ini sebagai pencapaian industri sekaligus jembatan hubungan Australia-Inggris. Akses langsung tanpa transit, menurutnya, bisa menarik lebih banyak wisatawan internasional ke Australia dan menggerakkan sektor pariwisata. Logika yang masuk akal, meski realisasinya sangat bergantung pada seberapa kompetitif harga tiketnya nanti.

Bagi pelaku industri penerbangan, Project Sunrise adalah sinyal bahwa era ultra-long-haul komersial sudah tiba. Oktober 2027, bukan lagi wacana.