IO Interactive resmi mengambil alih kendali penuh atas Project Fantasy setelah kemitraan pendanaan dengan Xbox berakhir. Studio asal Denmark di balik seri Hitman itu kini memilih jalur yang jauh lebih berisiko: mendanai proyek AAA dari kantong sendiri.
Konfirmasi datang lewat pernyataan resmi di akun X studio, Selasa (8/7/2026). "Setelah berakhirnya kemitraan pendanaan eksternal untuk Project Fantasy, IOI telah mendapatkan kembali kepemilikan penuh atas proyek dan IP kami. Kami akan terus mengembangkan dan mendanainya secara independen bersama proyek-proyek lainnya," tulis pihak studio.
Konsekuensinya tidak kecil. Tanpa suntikan dana Xbox, IO Interactive harus merestrukturisasi operasional secara cukup menyakitkan, studio mereka di Istanbul ditutup, sejumlah karyawan kena PHK. Manajemen menyebut ini keputusan berat, tapi krusial demi menjaga studio tetap hidup jangka panjang.
Project Fantasy pertama kali bocor ke publik sekitar tiga tahun lalu, bukan lewat pengumuman resmi. Dokumen persidangan Microsoft versus FTC soal akuisisi Activision Blizzard yang membongkarnya: IO tengah menggarap shooter-RPG untuk PC dan Xbox Series X/S. Eksklusivitas itu kini gugur sepenuhnya.
Peluang multiplatform terbuka lebar. Meski daftar platform resmi belum diperbarui, lepasnya ikatan Xbox secara logis memberi IO Interactive ruang untuk merilis game ini di mana saja. Bagi penggemar yang sudah lama mengikuti proyek ini, kabar ini agaknya bisa dibaca dua arah: lega karena tidak dibatalkan, tapi sadar jadwal rilis bisa mundur jauh lebih jauh dari perkiraan awal.
Tren ini sebenarnya bukan hal baru. Studio-studio besar makin banyak yang memilih lepas dari platform holder demi mempertahankan kontrol kreatif, meski taruhannya jauh lebih berat secara finansial. IO Interactive punya modal: keberhasilan Hitman: World of Assassination membuktikan mereka sanggup menggarap proyek AAA berskala besar tanpa bergantung tangan pihak luar. Ibarat pedang bermata dua, kemandirian itu sekarang benar-benar diuji.
Sejauh ini, belum ada cuplikan gameplay maupun jendela rilis. Prioritas IO untuk saat ini adalah mendampingi staf yang terdampak penutupan studio Istanbul, sembari menstabilkan alur pengembangan. Entah kebetulan atau tidak, pengumuman ini datang berbarengan dengan gelombang restrukturisasi besar Xbox yang belakangan memutus sejumlah kemitraan eksternal sekaligus. Studio yang memilih berdiri dengan caranya sendiri, atau yang terpaksa karena tidak ada pilihan lain? Jawabannya mungkin baru terlihat ketika Project Fantasy akhirnya diperlihatkan ke publik untuk pertama kalinya.